by

Dewan Dukung Pengembangan Tenun Ikat Di Kabupaten Kupang

OELAMASI, Terasntt.com – Tenun ikat, selain memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi juga merupakan merupakan khasanah memperkenalkan corak budaya suatu daerah.
Tenun ikat Timor Kabupaten Kupang yang saat ini dikembangkan sejumlah desa memiliki corak yang beragam. Keanekaragaman motif tersebut cukup menyedot perhatian banyak pihak baik nasional maupun internasional.
Bahkan tak jarang, kecantikan motif serta keanekaragaman corak tenunan karya penenun di Kabupaten Kupang terus diperkenalkan para moedeling pada event bergengsi di tingkat nasional.

Keberhasilan Dewan Kerajinan Nasiona Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kupang yang digawangi Ny. Christin Titu Eki mempopulerkan Tenun Ikat Kabupaten Kupang ke dunia luar mendapat perhatian para wakil rakyat di gedung DPRD Kabupaten Kupang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yohanis Mase saat berbincang dengan wartawan pertelepon, Senin (27/6) mengatakan, keunggulan tenun ikat Kabupaten Kupang, selain selain memiliki kualitas yang tinggi karena terbuat dari bahan-bahan alami juga terletak pada corak dan motifnya yang bervariasi.

“Corak tenun ikat di Kabupaten Kupang sangat banyak. Corak tersebut menggambarkan cultur dan budaya di Kabupaten Kupang yang beragam. Inilah keunggulan Kabupaten Kupang,” terangnya.

Secara kelembagaan kata politisi asal PDIP ini, pihaknya terus mendukung Pemerintah dan Dekranasda Kabupaten Kupang agar setiap desa di Kabupaten Kupang memiliki kampong tenun.

“Kita mengharapkan agar ada kampung tenun – kampung tenun lainnya di Kabupaten Kupang. Kita mengharapkan agar kedepan Kabupaten Kupang menjadi miniature tenun ikat NTT atau bahkan nasional,” ujarnya.

Dengan hak budgeting (penganggaran) yang dimiliki ungkap Mase, pihaknya siap mendukung Pemkab Kupang dengan mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pengembangan tenun ikat di Kabupaten Kupang.

“Kita mengharapkan agar Kerajinan tenun menjadi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Kerajinan tenun ikat merupakan industry kreatif yang harus dikembangkan,” tandasnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Kupang, Drg. Christin Titu Eki sebelumnya mengatakan, Dekranasda Kabupaten Kupang menargetkan seluruh desa di wilayah itu memiliki kampong tenun.

Ia mengatakan, pendirian kampong tenun di desa itu tahun 2014 lalu merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melestarikan kerajinan tenun ikat.

Untuk menyukseskan kerajinan tenun ikat kata Christin, Pemkab Kupang telah mefasilitasi dengan sejumlah sarana pendukung seperti bangunan maupun peralatan pendukung lainnya.
“Dengan adanya kampong tenun ini dapat dipastikan akan terjadi proses regenerasi sehingga warisan leluhur ini tidak punah oleh perkembangan zaman,” katanya.
Dalam melestarikan kerajinan tenun lanjutnya, Pemkab Kupang bekerjasama dengan dekranasda terus melestarikannya keseluruh masyarakat. Bahkan kata Christin, kegiatan tenun ikat telah menjadi mata pelajaran muatan local di sekolah yang ada di Kabupaten Kupang.

“Pelestarian tenun ikat dilakukan sejak dini di sekolah sebab mulok pada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kupang mengajarkan materi kerajinan tenun ikat,” ungkapnya.

Sementara untuk pemasaran kata Christin, setiap tahun pihaknya menggelar berbagai event serta mengkuti sejumlah event yang digelar di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami terus mengikuti berbagai event dengan melibatkan para penenun,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu keunggulan tenun ikat Kabupaten Kupang adalah motifnya yang mengandung unsure budaya dan pembentukan motif menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar.

“Kami akan mengupayakan setiap desa di Kabupaten Kupang mempunyai kampong tenun ikat,” tambahnya.

Disinggung soal kemungkinan pihaknya akan mengembangkan tenun ikat timor menjadi batik timor menggunakan teknologi modern, alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini mengatakan, penggunaan teknologi modern cukup baik namun dikuatirkan nilai-nilai budaya dari motif tenun ikat Kabupaten Kupang akan sirna.

“Motif pada kain tenun ikat Timor mengandung nilai-nilai ilosofi dan syarat dengan makna. Di Kabupaten Kupang ini memiliki ribuan motif dan corak. Hal ini menggambarkan, motif yang ada ini syarat dengan makna. Kita tidak mau corak budaya yang tercerin dari motif ini hilang karena kemajuan teknologi. Kita akan tetap mempertahankan kekhasan tenun ikat timor,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kupang, Johanis Nifu Eki menambahkan, di Kabupaten Kupang memiliki ribuan motif dan corak.(Parlemennews/bet)

Comment

Berita Terbaru