oleh

Desa Bantala Diterjang Banjir, Puluhan Bidang Perkebunan Warga Disapu Bersih

Larantuka, teras-ntt.com — Akibat curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Flores Timur, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema diterjang banjir bandang, Sabtu (20/2/2021) malam. Banjir yang membawa petaka ini menyapu bersih puluhan bidang tanaman perkebunan warga hingga menghambat transportasi di jalan trans Lewoleba.

Saat dikonfirmasi teras-ntt.com, Senin (22/2/2021), Aparat Desa setempat, Arnold Senior membenarkan hal tersebut. 

Menurutnya,  hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Desa Bantala dan sekitarnya, Sabtu (20/2/2021) Pukul 19.00 WITA,  mengakibatkan terjadinya banjir bandang disertai lumpur, bebatuan dan kayu gelondongan dan menghantam puluhan hektar perkebunan warga sekitar kawasan gunung Kedeka serta menggenangi jalan trans Lewolema. 

” Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Desa Bantala. Akibat hujan yang deras tersebut, banjir bercampur lumpur disertai bebatuan dan kayu gelondongan menerjang puluhan perkebunan masyarakat desa lewotala. Banjir bandang setinggi tiga meter itu terjadi sekitar Pukul 19.00 WITA,” kata Arnold. 

Sejauh ini, lanjut Arnold, kami dari pihak pemerintah desa sudah mendata perkebunan warga yang terkena banjir itu.

” Terdampak banjir bandang diperkirakan ada  puluhan bidang tanaman perkebunan, begitupun  pipa air minum juga hanyut terbawa banjir. Selain itu jalan usaha tani pun terputus. Untuk sementara ini, kami bersama petugas lainnya masih melakukan pendataan dan pada hari ini Pemerintah Desa, Satgas air minum dan tim dari kecamatan lewolema sudah ke lokasi. Untuk korban jiwa tidak ada,” ujar Arnold. 

Sementara itu Nikolaus Utan Liwun salah satu korban terdampak banjir kepada teras-ntt.com mengungkapkan, bahwa dirinya tidak pernah menyangka akan datangnya musibah banjir ini. Namun bencana banjir telah berdampak terhadap banyak hal bagi mereka sebagai petani yang mana akses jalan tani terputus apalagi di tengah pandemi. Selain dirinya, masih ada beberapa petani lain yang perkebunannya juga terkena banjir ini. 

Harapannya, kata Niko, pemerintah kabupaten Flores Timur  dapat memperhatikan dampak dari  bencana banjir di desa tersebut, khususnya masyarakat petani yang kebunnya diterjang banjir bandang.

” Saya tidak pernah menyangka datangnya banjir bandang . Air bercampur lumpur, batu dan kayu tiba-tiba meluncur menerjang perkebunan kami. Akibat dari banjir bandang ini akses jalan usaha tani terputus.  Semoga pemerintah bisa memperhatikan hal ini dan bisa langsung ke lokasi yang terkena dampak banjir, ” harapnya. 

Informasi yang dihimpun wartawan, bajwa sebelum terjadinya banjir bandang yang menerjang perkebunan warga, hujan deras terus mengguyur daerah hulu, Gunung Kedeka kurang – lebih tiga jam.

Komentar