Home Ekbis Data BPS Angka Kemiskinan di NTT Menurun

Data BPS Angka Kemiskinan di NTT Menurun

111
0
SHARE

Jumpa pers di  BPS NTT, Rabu  15/1/2020 (foto exel aprilio

Kupang, terasntt.com — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur hingga September 2019 menurun. Persentase penduduk miskin bulan September turun menjadi 20,62 persen. Dengan jumlah penduduk miskin sebesar 1.129, 46 ribu orang menurun 16,86 ribu orang.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Darwis Sitorus, saat jumpa pers di kantor BPS NTT, Rabu (15/1/2020)

Menurutnya tahun 2019 untuk presentasi penduduk Miskin di daerah perkotaan bulan Maret 2019 sebesar 8,84 persen dari 114,12 ribu orang turun menjadi 8,34 persen atau sekitar 108,62 ribu orang di bulan september 2019.

Sedangkan penduduk miskin di daerah pedesaan sebesar 24,91 persen atau sekitar 11,4 ribu orang dari 2.032,20 ribu orang dan turun menjadi 24,45 persen atau sekitar 1.020,84 ribu orang di bulan September.

” Di banding Maret 2019 jumlah penduduk miskin pada periode September di daerah perkotaan turun sekitar 5,5 ribu orang yakni dari 114,12 ribu pada periode Maret 2019 menjadi 108,62 ribu orang pada periode september 2019 . Dan di pedesaan juga menunjukkan penurunan sekitar 11,4 ribu orang dari 1.032,20 ribu orang pada periode Maret 2019 menjadi 1.020,84 ribu pada periode september 2019,” Ungkap Sitorus.

Mengenai penurunan persentase penduduk miskin di NTT, Sitorus mengungkapkan bahwa, hal tersebut dapat dilihat pada data perkembangan garis kemiskinan pada periode September 2019 sebesar Rp. 383.762,-/kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp. 299.476 ,- /kapita/bulan yakni 7804 persen sedangkan pada garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp. 84.286,-/kapita /bulan yaitu 21,96 persen.

Selain itu, Sitorus mengatakan bahwa BPS NTT dalam mengukur garis kemiskinan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Hal didapat dari asumsi bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan.

” Untuk mengukur garis kemiskinan di NTT, BPS NTT mengunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan pendekatan tersebut maka kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, persentase lenduduk miskin menurut Provinsi pada bulan September 2019 dari 33 provinsi mengalami penurunan selain itu terdapat 6 provinsi dengan penurunan persentase penduduk miskin tertinggi yaitu
Papua (0,98 persen poin)
NTB (0,68 persen poin) Papua  Barat (0,66 persen poin) NTT (0,47 persen poin) Bengkulu (0,32 persen poin) Lampung (0,32 persen poin)
Dan terdapat 1 provinsi yang mengalami kenaikan persentase penduduk miskin dari bulan Maret hungga september 2019 yaitu Maluku Utara (0,14 persen poin) (ea)

Berikan Komentar Anda.