Home Daerah Dandim TTU Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang

Dandim TTU Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang

746
0
SHARE

KEFAMENANU, Terasntt.com –Pasca bencana banjir bandang Selasa (31/1/2017) yang menimpa lima desa di Kecamatan Biboki Anleu (Bian) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dandim 1618/TTU Letkol Arm Budi Wahyono menemui para korban. Kehadiran  Wahyono bersama anggota itu untuk mengecek rumah warga yang menjadi korban banjir bandang.

Ia juga memerintahkan, anggotanya untuk melakukan pembersihan rumah warga, perbaikan sarana umum yang rusak agar aktifitas masyarakat tidak terganggu sekaligus memberikan bantuan logistik kepada para korban banjir.

Diketahui sebelumnya, wilayah yang tergenang banjir bandang di Kecamatan Biboki Anleu adalah Desa Ponu, Desa Oemanu, Desa Kotafoun, Desa Nonotbatan dan Desa Motadik. Sementara di Kecamatan Insana Utara banjir bandang menimpa Desa Humusu Wini, Desa Oesoko dan Desa Humusu Oekolo.

Informasi yang dihimpun media ini Rabu (1/2/2017) tercatat ratusan rumah warga termasuk fasilitas umum dan hamparan sawah milik warga ikut rusak terendam banjir. Bahkan ternak milik warga juga ikut hanyut terbawa banjir badang yang turun dari arah gunung. Demikian juga ruas jalan trans Timor digenangi air setinggi 1 meter sehingga sulit dilintasi kendaraan. Dan dua buah jembatan masing – masing  jembatan Nonotbatan di wilayah Kecamatan Bian dan jembatan Temkuna di wilayah Wini Kecamatan Insana Utara,  yang menghubungkan jalur Republik Demokratik Timor Leste dan Kabupaten Belu nyaris putus.

Kepada media ini, Camat Insana Utara Dominikus Sio mengatakan, sebanyak tiga Desa di wilayahnya tergenang air akibat hujan deras yang terjadi selama dua hari. Hingga saat ini timnya masih berada dilapangan untuk mendata kerugian material yang dialami warganya.

“ Sejak banjir melanda kemarin sore, hingga malamnya saya sudah monitoring di lapangan setelah mendapat laporan dari masyarakat. Untuk wilayah Insana Utara sebanyak tiga desa yang terkena dampak dari banjir bandang. Desa Humusu Oekolo sebanyak 26 rumah, Desa Oesoko sebanyak 7 rumah dan Desa Humusu Wini sebanyak 33 rumah. Bahkan sebuah gedung SMK Perikanan Wini juga ikut terendam banjir sehingga siswa tidak bisa melaksanakan aktifitas belajar mengajar, jelas  Dominikus.

Ia juga mengaku belum melaporkan ke Pemerintah Kabupaten secara lengkap kerugian warga karena masih menunggu pendataan tim d lapangan.
Dan harapannya pemerintah Kabupaten dapat membantu korban bencana yang kesulitan persediaan makanan dan pakaian.

Sementara Camat Biboki Anleu Mikhael Oenunu mengatakan, sebanyak lima desa di wilayahnya terendam banjir karena hujan deras yang terjadi sejak Selasa (31/1/2017) sejak pagi hari hingga malam sehingga  rumah warga, lahan sawah dan ternak ikut terkena dampak dari bencana banjir.

Oenunu juga mengatakan, banjir yang terjadi akibat luapan air dari sejumlah anak kali dan saluran irigasi  yang tidak bisa menampung air, sehingga merembes ke badan jalan  bahkan menggenangi permukiman rumah penduduk dan persawahan.

” Kita masih melakukan pendataan di lapangan sehingga belum pastikan kerugian yang di alami warga. Ada warga yang sudah bersihkan rumahnya tapi sampai sekarang masih hujan sehingga air masih tergenang,”ungkapnya.(dit)

Berikan Komentar Anda.