by

Danau Nefokou Jadi Obyek Wisata

OELAMASI, Terasntt.com — Berbagai obyek wisata di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bermunculan sebagai wujud apresiasi terhadap program Pemerintah Pusat.
Semenjak Gunung Fatuleu salah satu destinasi alam ditata dan dipromosikan menjadi salah satu obyek wisata unggulan daerah hingga dikenal oleh manca negara, kini muncul obyek wisata Pantai Teres dan Batu Bereon serta Danau Nefokou di Amarasi yang juga menjadi obyek wisata potensial.

Keindahan gunung batu Fatuleu dengan panoramannya mampu menarik perhatian wisatawan hingga manca negara, demikian juga Pantai Teres dan Puncak Batu Bereon menyajikan panorama alam dan indahnya pantai Selatan Amarasi itu.

Tak kalah menarik Danau Nefokou di Desa Apren, Kecamatan Amarasi yang letaknya kurang – lebih 32 kilometer dari Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT dengan waktu tempu satu jam menggunakan kendaraan umum atau pribadi.

Sukses memperkenalkan obyek wisata Fatuleu kini Pemerintah Kabupaten Kupang memunculkan destinasi baru, Pantai Teres dan Batu Bereon di Kecamatan Amarasi Selatan serta Danau Nefokou.

Danau alam ini sudah ada sejak nenek – moyang hadir di daerah itu, fenomena alam ini terus dibenahi menjadi obyek wisata sekaligus sebagai tempat pemancingan  bagi pengunjung.

Kejernihan air pada danau yang terbentang di bawa lembah, dikelilingi berbagai jenis pepohonan yang tumbuh subur   membuat nyaman dan adem bagi pengunjung yang hendak berliburan.

Panorama alamnya menggoda dengan sejuta keindahan sumber daya alam, juga dilengkapi area pancing yang tak kalah menarik terbuat dari kayu berupa keramba di tengah danau untuk memberi kenyamanan dan kenikmatan tersendiri bagi pemancing. Prasrana lain berupa  rakit untuk menjangkaunya area pancing itu.

Demikian juga beberapa lopo di bangun mengelilingi danau itu agar bisa ditempati wisatawan sambil berekreasi.

Camat Amarasi, Alexander O. Matte ketika ditemui di kantornya, Rabu (26/4/2016) menjelaskan, bahwa Danau Nefokou yang terkenal menjadi  salah satu obyek wisata di daerah itu belum ditata secara baik, dan perlahan terus dibangun secara swadaya masyakat, juga pemerintah desa berencana mengalokasikan juga sejumlah dana desa untuk membangun sarana pendukung.

” Keberadaan danau ini memberi nuanasa baru di daerah ini, banyak wisatawan mulai berdatangan setiap hari libur. Hanya saja belum ditata dengan baik. Untuk mendandaninya perlu sentuhan pemerintah dengan suntikan dana. Semoga keterlibatan media dalam mengekplorasi Sumber Daya Alam (SDA) ini mampu menggugah Pemerintah Provinsi, juga Kabupaten Kupang agar menatanya menjadi lebih baik sebagai salah satu obyek wisata yang kelak mendatangkan PAD.
Sejak tahun 2014, Dinas Kelautan dan Perikana kabupaten melepas ribuan ekor ikan di danau itu dan juga membangun lopo – lopo,” kata Matte.

Menurutnya danau alam itu sudah sejak nenek – moyang ada dan berkat warga setempat danau ini bisa diperkenalkan ke publik hingga akhirnya menjadi salah satu obyek wisata.

” Kita memilih beberapa obyek wisata yang tak kalah menarik dengan daerah lain. Ada Danau Nefokou, juga air terjun Tesbatan dengan keajaibannya yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara di wilayah Amarasi Selatan ada Pantai Teres,” kata pria yang sarat pengalaman ini.

Baginya, danau tersebut sudah menjadi aset pemerintah daerah dengan lahan seluas 5 – 6 ha yang dibebaskan untuk pengembangan wisata.

Walau demikian, lanjutnya pemerintah tak mampu berbuat banyak karena berbagai keterbatasan, baik dana juga Sumbar Daya Manusia (SDA) sebagai pengelola obyek wisata.

” Kita memiliki potensi alam tetapi lemah di SDM. Kita berharap ada intervensi Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat dalam mengembagkan obyek wisata di daerah ini,” ujarnya berharap.

Demikian juga prasarana jalan menjadi penghambat pengembangan wisata, sejumlah ruas jalan perlu diperbaiki, juga ditingkatkan agar mampu menarik wisatawan ke daerah ini.

Demikian juga John Abineno, warga Amarasi yang ditemui saat itu menjelaskan, bahwa keberadaan Danau Nefokou sangat bagus sebagai salah satu obyek wisata.

” Di danau ini sudah dibangun lopo – lopo juga tempat pemancingan walau sangat sederhana. Paling tidak bisa memberikan sedikit kenyamanan bagi pengunjung saat berlibur. Kami bangga dengan potensi yang ada karena berdampak pada perekonomian masyarakat,” katanya.(mas)

Comment

Berita Terbaru