oleh

Dampak Kekeringan, Harga Beras di Belu Naik

ATAMBUA, Terasntt.com – Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Belu selama beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah bahan kebutuhan pokok alami kenaikan harga.
Salah satu bahan kebutuhan pokok yang alami kenaikan harga adalah beras.
Pantauan wartawan di Pasar Inpres Atambua Kabupaten Belu, Kamis (1/10/2015) pagi, harga beras di pasar itu alami kenaikan. Bahkan sejumlah pedagang yang berhasil dikonfirmasi wartawan menyebutkan, kekeirngan menyebabkan produksi padi alami penurunan sehingga sebagian besar beras yang dijual pedagang dipasok dari luar Belu.
Salah seorang pedagang beras, Bibi Reni kepada wartawan di pasar itu, Kamis (1/10/2015) pagi mengatakan, sebagian besar beras yang dijual pedagang kalau dipasok dari Sulawesi.
“Kami sekarang lebih banyak jual beras dari Sulawesi, kalau beras dari sulawesi sudah mulai berkurang pasti harganya naik. Beras lokal biasanya murah sehingga cepat abis dan biasanya kami ambil beras dari Sukabitetek tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Daerah kering begini bagaimana kita bisa tanam padi yang banyak,” kata Reni.
Sedangkan salah seorang pengunjung pasar tersebut, Lenta mengeluhkan kenaikan harga jual beras yang tembus hingga Rp.10 ribu per kilogram. Ia mencontohkan, sebelumnya harga beras Sulawesi Rp.9.000 per kg dan saat ini naik menjadi Rp.10.500 per kg, sedangkan harga beras lonceng dari sebelumnya Rp11 ribu per kg menjadi Rp12 ribu per kg. Sementara beras jenis pandawa sebelumnya Rp10 ribu naik menjadi Rp11 ribu per kg.
“ Bulan lalu, saya beli beras masih murah sekarang semua harga beras naik,” keluhnya.
Kapalah Dinas Perindutrian dan Perdangangan Kabupaten Belu, Florianus Nahak melalui Sekretarisnya, Karmel mengatakan, pihaknya segera memantau harga di pasaran di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu.
“Kita akan meninjau ke pasar untuk mengetahui lebih jelas persisnya kenaikan yang terjadi pada beras jenis apa-apa saja. Kita memang ada tim yang selalu pantau harga di pasaran tapi laporannya selalu masih terkontrol harganya. Dengan informasi ini nanti akan kita pantau langsung di lapangan,” katanya.(ino)

Komentar