Home Daerah Cipayung Minta Hargai Keberagaman

Cipayung Minta Hargai Keberagaman

733
0
SHARE

KUPANG, Tersantt.com — PMKRI, HMI, GMKI, PMII, IPELMEN, IPMMAL, PERMANSA, PERMADA yaang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Kota Kupang meminta agar penghuni negeri ini menghargai keberagaman. Negeri ini terbentuk dari daerah kepulauan, beragam suku, ras dan enam agama yang diakui Undang – Undang.

Demikian ditegaskan Koordinator Cipayung, Petrus Polikarpus Karno usai menggelar aksi demo di depan marga juang PMKRI Kupang, Sabtu (19/11/2016).

“Para Pendiri bangsa kita sudah sepakat untuk menyatuhkan seluruh Keberagaman itu dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Itu merupakan kajian yang panjang yang didasari pertimbangan pluralitas masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kita harus menghargai geragaman dan kebersamaan ini,” tegas Polikarpus.

Menurutnyaa, kebhinekaan tersebut harus diterima sebagai fakta kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Itu menjadi fakta karena kebhinekaan di Indonesia lahir sebagai hasil kesadaran konstruktif filosofi masyarakat terhadap kenyataan yang ada dalam konteks sosial.

” Kebhinekaan ini harus dihargai. Itu sebuah kekayaan filosifi Masyarakat, maka sesungguhnya tidak ada seorangpun atau kelompok tertentu yang berhak melakukan intervensi, intimidasi atau bahkan menghancurkan,” tegasnya.

Polikarpus menambahkan, bahwa realitas saat ini, kebhinekaan Indonesia sedang ditantang oleh peristiwa – peristiwa yang mengarah pada disintegrasi bangsa.
Fakta – fakta kekerasan atas nama ideologi baru – baru ini menimbulkan korban jiwa bagi anak-anak tak berdosa telah meruntuhkan nilai kebhinekaan.

” Ada kelompok – kelompok tertentu yang memunculkan aksi kekerasan atas nama agama, suku, dan bahkan politik yang telah memberikan perubahan terhadap citra Indonesia menjadi menjadi negara yang intoleran dan semboyan Bhineka Tunggal Ika seakan luntur sekejab,” ujarnya.

Tantangan tersebut lanjutnya, harus mampu dijawab dengan prinsip saling menghargai.
Hingga pada akhirnya nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dan upaya merajut kerukunan dan keberagaman menjadi tugas bagi seluruh komponen bangsa dan pemuda yang menjadi garda terdepan.

” Oleh karena itu, peran pemuka agama, tokoh adat, dan pemrintah sangat penting menjadi teladan dalam mengamalkan nilai – nilai toleransi dan menghormati agama lain, bukan sebaliknya, menumbuhkan rasa kebencian antar golongan,” tegasnya.

Aliansi Cipatung ini menegaskan, pemerintah harus menindak tegas ormas – ormas atau oknum – oknum yang mengganggu keutuhan NKRI, mengutuk keras aksi pengeboman di gereja Oikumenese Samarinda.

” Hukum harus menjadi penglima tertinggi di Indonesia, NKRI harga mati. Kami juga menegaskan, bahwa NTT sebagai cerminan toleransi di Indonesia,” tegas Polikarpus.(raf)

Berikan Komentar Anda.