oleh

Camat Adonara Tengah Gelar Forum, Tuntaskan Tanah Sengketa Milik Gereja St. Petrus Watololong

Berjabatan tangan kedua bela pihak mengakhiri sengketa tanah milik gereja

Adonara, teras-ntt.com — Sengketa tanah antara keluarga ahli waris Simon Biro (alm) dengan pihak gereja St. Petrus Watololong, Paroki Lite, Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur berakhir damai. Pihak penggugat (ahli waris) menyerahkan kembali kepada gereja untuk kepentingan umat Katolik setempat.

Sengketa tanah yang sempat memanas ini akhirnya diselesaikan dalam forum damai yang digelar Camat Adonara Tengah, Emanuel Korebima dihadiri semua pihak terkait di kantor Desa Oesayang, Rabu (17/6/2020) siang.

Hadir pula pada kesempatan itu Kapolsek Adonara Barat, IPTU. H.P. Yohanes Radja, Komadan Rayon Militer 02 Adonara, Mayor Inf. Ignasius Hali Sogen serta unsur masyarakat lainnya.

Forum dialog tersebut dibuka Kepala Desa Oesayang, Petrus Surat Ama tepat pkl. 10.00 WITA.
Dihadapan semua pihak terkait,
Surat Ama menyampaikan ucapan terima kasih kepada secara khusus kepada keluarga ahli waris Simon Boro (alm), juga pihak gereja yang turut mendukung pertemuan tersebut.

” Saya berharap pihak ahli waris dan gereja membuka hati secara ikhlas agar persoalan yang dihadapi bersama dapat diselesaikan dengan pikiran yang jernih demi kebaikan kita semua,” katanya.

Pada kesempatan yang sama camat Emanuel Korebima mengatakan, bahwa persoalan yang tengah dihadapi umat dan masyarakat saat ini bisa dilihat sebagai berkat bagi kita semua. Karena itu diharapkan dari semua pihak harus berjiwa besar menerima apa sudah terjadi pada masa lampau oleh leluhur.

Usai pembukaan forum tersebut dilanjutkan dengan dialog yang dipandu Kapolsek IPTU. H.P . Yohanes Radja. Masing – masing pihak diberi kesempatan menyampaikan pendapat, tampak suasana memanas dan cukup alot akibat saling bantah dan bentak membentak satu sama lain. Namun berkat kesigapannya Kapolsek mampu mengendalikan situasi dan meminta kedua bela pihak bersama pihak kecamatan, Polsek dan Koramil meninjau lokasi sebelum mengambil keputusan.

Tinjau lokasi sengketa

Pihak ahli waris diwakili Tarsius, David Laga Woka dan Petrus Palang Ama sementara pihak gereja oleh Nikolaus Ara Demon sama – sama menuju lokasi sengketa.

Berdasarkan hasil tinjauan lokasi itu camat Emanual, Kopolsek Heri serta Komdan Rayon Militer Adonara 1624 (02) sepakat menawarkan solusi kepada kedua pihak untuk dipertimbangankan bersama. Forum lalu memberi kesempatan pada kedua pihak rembug di luar ruangan. Dan akhirnya melalui suara ahli waris Simon Boro (alm) yakni David Laga Woka bertindak atas nama seluruh keluarga selaku penggugat secara ikhlas menyerahkan kembali tanah tersebut kepada pihak gereja sebagaimana yang pernah dilakukan penyerahan amarhum Simon Boro pada tahun 1967 silam. Akhirnya forum sepakat membuat berita acara penyelesaian sengketa oleh para pihak dan ditandatangani bersama.

Ahli waris Tarsius Pati menandatangani berita acara penyelesaian sengketa tanah

Diakhir pertemuan itu camat Emanuel Korebima, dalam menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi – tingginya kepada ahli waris dan keluarga almarhum bapak Simon Boro yang sudah dengan jiwa besar menyerahkan kembali sebidang tanah untuk kepentingan pembangunan sarana ibadah Katolik. Selanjutnya Emanuel, berharap agar pemerintah desa segera menindaklanjuti kesepakatan kedua pihak dalam sebuah dokumen perjanjian hibah. (bes)

Komentar

Berita Terbaru