Home Politik Cagub Adu Gagasan “Ba’omong NTT” di Panggung Kowmen

Cagub Adu Gagasan “Ba’omong NTT” di Panggung Kowmen

817
0
SHARE
Foto : Thomas Duran

KUPANG, Terasntt.com — Empat bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Jecky Ully, Ray Fernandes, Robert Marut dan Melki Laka Lena adu gagasan dan ide melalui forum ” Ba’omong NTT”. Panggung disediahkan Komunitas Wartawan Media Online (Kowmen) NTT yang berlangsung di Lantai II Hotel Pelangi Kupang, Selasa (31/10/2017), juga menghadirkan dua panelis, Zeth Malelak dan Balqis Soraya Tanof serta moderator Pius Rengka.

Dihadapan ratusan peserta yang umumnya kaum muda, moderator ternama Pius Rengka membuka diskusi dengan menyodorkan memetahkan kongkrit NTT, juga peta politik pada internal partai hingga penggodokan bakal calon.

” Pemimpin itu ibarat lilin, yang menerangi kegelapan sembari mencairkan diri. Pemimpin NTT diharapkan seperti lilin,” katanya sambil menodorkan pertanyaan
kepada para kandidat.

” Kami yakin bapk – bapak ini maju menjadi calon gubernur dan juga wakil gubernur untuk menyelesaikan persoalan yang yang ada di NTT. Apa masalah pokok itu itu menurut anda,” tanya Pius.

Ketua DPD I Golkar NTT yang juga salah satu kanditat Cawagup, Melki Laka Lena mengatakan, hasil penelitian Tim UGM, persoalan klasik adalah konsolidasi perbedaan dengan aneka ragam masalah. Karena itu energi orang NTT dihabiskan untuk konflik, bukannya disibergikan untuk membangun NTT.

Menurutnya ada tiga konflik antar daerah yakni tidak saling mengalah, konflik lintas sektor yang tidak saling mendukung serta konflik antara pemimpin.

” Akumulasi ketiga konflik ini akhirnya anergi bersama tidak bisa dikonsolidasi untuk membangun NTT. Kalau bisa didesain dengan baik, kita bisa bersama mengelola potensi NTT yang beragam untuk NTT yang lebih baik,” tegas politis muda ini.

Demikian juga disampaikan Jecky Ully, bahwa masalah besar yang dihadapi NTT adalah korupsi. Baginya, korupsi itu akan merusak segala sendi kehidupan yang berdampak pada masyarakat.

Untuk itu, mantan Kapolda NTT menegaskan, bahwa kunci utama memberantas korupsi adalah memberikan terladan mulai dari pemimpin.

” Korupsi itu dihilangkan kalau pemimpinnya memberikan teladan untuk tidak korupsi. Disinilah perlu revolusi mental,” tegas ketua NasDem NTT ini.

Sementara Ray Fernandes yang juga Bupati TTU mengatakan, akar permasalahan hingga saat ini adalah kemiskinan.

” Ini pengalaman faktual selama 15 tahun di TTU dan itu fakta. Tapi masyarakat enjoi dengan kemiskinan itu. Ini yang mestinya kita berantas dan memulainya dari pemimpin. Jangan kita habiskan energi kita untuk berkonflik dan mengurus segala sesuatu yang seremonial. Kalau kita fokus untuk rakyat, maka NTT akan maju,” tegasnya.

Selain itu Bupati TTU dua periode ini menegaskan, bahwa struktur anggaran yang direncanakan harus dikonsentrasikan untuk kepentingan rakyat.
Artinya jangan lagi ada belanja aparatur dalam belanja publik.

” Struktur APBD kita masih kontradiktif. Stop yang namanya fee (komisi-red) 10 persen untuk pejabat,” tegasnya.

Hal lain juga disampaikan Robert Marut, bahwa setelah mengelilingi NTT ia menemukan yang membenarkan NTT masih miskin.

” Awalnya saya ragu kalau NTT miskin. Tapi setelah saya keliling, ada benarnya juga data BPS, bahwa NTT miskin. Tapi analisis saya sepertinya ada upaya sengaja memiskinkan masyarakat. Sebab saya melihat NTT memiliki banyak potensi SDA yang belum dikelola secara serius. Setiap daerah mempunyai keunggulan komoditi sendiri, hanya saja infrastruktur yang kurang memadai. Orang NTT cerdas tetapi kenapa kita masih miskin. Kita sendiri yang bisa menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Rober juga menekankan betapa pentingnya mengeksploitasi keunggulan NTT untuk mengatasi masalah kemiskinan.

” Kita tinggal menggali dan memanfaatkan potensi yang ada. Masih banyak potensi daerah yang belum digarap,” tegasnya.

Pemaparan pada kandidat ini juga mendapat pencerahan dan pembobotan dari dua panelis, Zeth Malelak dan Balqis Soraya Tanof. Keduanya membedah dari sudut pandang ilmunya, sekaligus menantang kandidat untuk membangun NTT dari potensi yang dimiliki secara maksimal.(mas)

Berikan Komentar Anda.