by

Buruh Garmen Di Sukabumi Tewas, Polisi Temukan Banyak Ceceran Tisu di Lokasi Penemuan

Sukabumi – Heti Sulastri (19) buruh Garmen di Sukabumi, Jawa Barat ditemukan tewas di kamarnya. Saat petugas kepolisian melakukan olah TKP ditemukan tisu bekas pakai berceceran di kamar tersebut.

Meski peristiwa itu terjadi di rumahnya sendiri, kedua orang tua korban mengaku tak mendengar suara-suara mencurigakan dari kamar korban.

“Di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyidik menemukan banyak tisu bekas di sekitar tubuh korban, sementara kondisi sebagian tubuh korban dalam keadaan tertutup selimut nyaris telanjang. Kedua orang tuanya mengaku tak mendengar suara mencurigakan,” kata Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib, kepada detikcom, Minggu (29/5/2016).

Membenarkan keterangan polisi, ibu kandung korban, Aoh Maesaroh menyebut saat pertama kali ditemukan, sebagian tubuh putrinya hanya ditutupi selimut.

“Baru ketahuan pagi tadi pas mau dibangunkan, kondisi kamar berantakan dan jendela terbuka. Pintu kamarnya terkunci dari dalam, pas saya lihat jendela kamar sudah dalam keadaan terbuka. Ketika masuk banyak tisu berserakan di sekitar tubuh anak saya,” kata Aoh, kepada wartawan di kediamannya Kampung Leuwikeked RT 27/RW 05 Desa Berekah Kecamatan Bojonggenteng, Sukabumi.

Sementara itu Saiful Hikmah, teman pria korban mengaku terakhir bertemu dengan kekasihnya pada Sabtu (28/5) malam. Ia mengantarkan korban dari tempat kerjanya hingga ke pintu rumahnya.

“Saya masih sempat berkirim pesan singkat sampai jam dua belas malam. Pas pagi tadi kaget dapat kabar kalau dia jadi korban pembunuhan,” tuturnya.

Keterangan kerabat, korban diketahui membantu perekonomian keluarga sejak bekerja di salah satu pabrik garmen. Korban sendiri dikenal loyal dan cepat akrab dengan siapapun.

“Setahu saya dia nggak punya musuh, dia orangnya sangat baik, tanya saja ke teman-teman kerjanya,” tutur Neni (42) tetangga sekaligus kerabat korban.

Sementara itu, dari hasil otopsi polisi terhadap Heti Sulastri, ditemukan luka memar di beberapa bagian tubuh korban.

“Hasil otopsi ada bekas pukulan benda tumpul di tubuh korban yang mengakibatkan korban luka dalam. Untuk dugaan pemerkosaan perlu dilakukan pemeriksaan mendalam di laboratorium,” terang AKP Gilang Prakasa kepada wartawan, di RSUD Sekarwangi, Cibadak sekira pukul 21.30 WIB, Minggu (29/5).

Selain itu ditemukan luka lecet di pergelangan tangan dan jari kelingking korban. Gilang menduga itu akibat pelaku mengambil paksa perhiasan emas korban.

“Kita belum bisa menyimpulkan motifnya, tapi yang pasti korban sengaja dibunuh oleh pelakunya,” lanjut Gilang.(jor/jor)

Comment

Berita Terbaru