oleh

Bupati Sikka Pukul Kasat Pol PP Dan Staf, Fraksi Golkar Menyayangkan Sikap Pembinaan Seperti ini

Kupang, teras-ntt.com — Diduga akibat menahan anaknya saat operasi masker bersama tim gabungan di kota Maumere Kasat Pol PP bersama dua stafnya dipukul Bupati Fransiskus Roberto Diogo di rumah pribadinya beberapa waktu lalu. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Maria Angelorum Mayestati menyayangkan sikap seorang bupati selaku pembina di daerah seperti ini.

” Informasi yang saya dapat, bahwa saat operasi masker itu tim gabungan menahan anak bupati yang melintas dengan mobil tanpa mengenakan masker. Tim tidak mengenal dia adalah putra bupati sehingga ditahan dan disuruh turun dari mobil lalu diarahkan menuju meja yang ditempati beberapa petugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.  Ketika itu kasat Pol PP melihat anak itu dia kenal sebagai anak bupati sehingga langsung menghampirinya agar tim tidak menindak lebih lanjut.  Namun ada orang di sekitar lokasi itu sudah merekam kejadian tersebut dan diviralkannya di medsos hingga keluarganya melihat dan merseponnya lalu melaporkannya kepada bupati,” kata  Maria Mayestati saat dihubungi wartawan melalui ponselnya dari Kupang, Kamis (1/4/2021).

Menurut Maria kasus ini ditutup rapat oleh Kasat Pol PP, namun saat pansus I LKPJ Bupati,  anggota pansus menggali lebih jauh hingga kasat Pol PP sendiri mengakui dipukul bupati sebagai bentuk pembinaan.

” Pernyataan kasat sebagai bentuk pembinaan itulah kami sebagai fraksi sangat kecewa. Karena bupati sebagai pembina di kabupaten. Jika mereka melakukan kesalahan dan melanggar disiplin bisa dibina tapi tidak harus dengan kekerasan. Kalau bentuk pembinaan seperti ini kita kuatirkan karena Pol PP tugasnya mengamankan perda dan juga kebijakan pimpinan di lapangan tidak maksimal. Kita berharap kasus semacam ini tidak terulang di kemudian hari karena ini memalukan. Menurut pengakuan kasat Pol PP dia bersama dua stafnya dipukul dan ditendang tapi sebagai bentuk pembinaan,” katanya.(mas)

Komentar