oleh

Budidaya Kerapu Mulut Seribu Tanpa Perencanaan, Di Riung Sebagai Restocking Calon Induk

Sementara di Way Kelambu Riung kata Genef itu beda, yakni sebagai restocking yakni wilayahnya perairannya subur kualitas bagus tapi ikannya sedikit, makanya kita Restocking untuk pengkayaan sumber daya ikan di sana dengan pola restocking itu.

” Kenapa restocking karena mulut dari teluk itu sempit dan kecil sekitar 180 meteran dengan luasannya 235 ha. Ini sangat potensial untuk dikembangkan restocking itu. Tujuannya memperkaya ikan di situ untuk menjadi calon induk yang berkualitas dan dalam kurun waktu   2,5 – 3 tahun baru bisa diambil sebagai induknya. Makanya satu juta ekor dengan dana Rp 7,5 miliar itu ditebar untuk dijadikan induk. Dan 700 ekornya dimasukkan ke dalam  keramba sebagai pembanding guna mengevaluasi ikan yang ditebar di dalam perairan itu. Jadi sebenarnya tujuan awal bukan budidaya di situ,” ujarnya.

Dan sambil menunggu panen ikan induk yang akan disuplai ke balai benih di Tablolong, katanya ikan dalam perairan yang berkualitas kurang bagus dimasukkan dalam keramba untuk dijual hidup.

” Yang 700 ekor dalam keramba itu mau panen dan dijual hidup ke Bali dengan harga Rp 45 per kg pada hari Minggu 13 Juni 2021. Kali ini kita jual sekitar 4 ton. Kapal sudah dalam perjalanan menuju Riung dan  kedepannya akan kita jual terus ikan hidup,” kata Ganef.(mas)

Komentar