Home Pendidikan Bos STIKIP Timor Indonesia Tak Berkutik Di Hadapan Komisi IV DPRD TTS

Bos STIKIP Timor Indonesia Tak Berkutik Di Hadapan Komisi IV DPRD TTS

1564
0
SHARE

RDP Komisi IV DPRD TTS dengan manajemen STIKIP Timor Indonesia (foto istw)

Soe, teras-ntt.com — Kasus yabg melilit STIKIP Timor Indonesia menjadi perhatian pemerhati pendidikan bahkan seluruh masyarakat di Kabupaten TTS. Bagaimana tidak, ketika terjadi perpecahan dengan STIKIP Nusa Timor, dengan alasan menyelamatkan mahasiswa, Jibrael Tunliu mendirikan STIKIP Timor Indonesia lalu menggelar wisuda meski tak punya legalitas.

Berbagai kritikan di alamatkan kepadanya terkait legalitas kampus tersebut namun, ia tak bergeming dan tetap melakukan kegiatan perkuliahan. Hingga pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPRD TTS, Senin (24/2/2020).

Pada kesempatan itu, Jibrael Tunliu didampingi ketua Yayasan Pendidikan Pah Timor Soe Yoksan Busi mengatakan, langkah yang diambil adalah untuk menyelamatkan mahasiswa yang kebanyakan guru – guru honor di desa.

Meski beberapa kali ketua Komisi IV, Marten Tualaka mengingatkan agar mempresentasikan atau menunjukan legalitas kampus tersebut namun ia tetap bersikukuh.

Ketika terus didesak Tunliu dengan nada kesal meminta rapat tersebut segera bubar karena ia tak membawa keabsahan kampus.

Ia akhirnya tak berhadaya ketika wakil ketua DPRD TTS Religius Usfunan mengeluarkan pernyataan keras.

” Bapak jangan berdalih menyelamatkan mahasiswa lalu seenaknya mengabaikan aturan, bagaimana tidak ada ijin operasional tetapi terus melakukan kegiatan perkuliahan. Ini bukan menyelamatkan tapi menjerumuskan mereka karena itu sebagai wakil rakyat kami minta hentikan segala kegiatan jika mau melanjutkan silahkan urus legalitas,” tegas Egy.

Beberapa anggota komisi IV juga kembali mempertanyakan keabsahan kampus tersebut yang akhirnya membuat Jibrael Tunliu pasrah dan tak berdaya.(sys)

Berikan Komentar Anda.