oleh

Bisnis Bunga Di Tengah Pandemi

-Profil-23 views

Penjual bunga di Kota Kupang

Kupang, teras-ntt.com — Banyak cara menghilangkan kejenuhan di tengah pandemi Covid-19. Seperti halnya dilakukan warga, terutama para ibu di Kota Kupang ini.

Kaum hawa di sini memilih untuk memelihara bunga di rumahnya. Kondisi ini pun, membawa berkah bagi para penjual bunga.

Meski harga mengalami lonjakan lebih 50 persen dibandingkan sebelumnya namun penjual bunga di sejumlah lokasi di Kota Kupang “diserbu” pembeli selama masa pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Ibu Wijaya, perempuan berjilbab ini menjual berbagai jenis bunga di halaman pinggir jalan kota tepatnya di perempatan Patung Kirab di Jalan Frans Seda, Kota Kupang, Jumat (21)8/2020)

“Sudah beberapa pekan terakhir ini atau selama pandemi Covid-19, banyak warga yang meminati tanaman bunga,” ujarnya.

Ibu Wijaya mengaku tempatnya ramai dikunjungi pembeli yang sebagian besar adalah kaum perempuan selama beberapa pekan terakhir.

Harga bunga yang dijual pedagang dari harga terendah Rp.25.000 hingga ratusan ribu, tergantung jenis bunga.

Ia menyebutkan bunga yang paling disukai warga antara lain jenis aglonema , puring dan bunga kertas atau bugenvil. Terlebih jenis aglonema yang lagi tren sekarang ini, dibandrol dengan harga ratusan ribu.

Dalam beberapa bulan ini, omsetnya pun naik drastis. Jika sebelumnya omset rata-rata satu hari cuma Rp.200 ribu , kini bisa mencapai Rp.1 juta dalam satu hari.

“ Tapi ada beberapa kali yang sangat sepi pembeli, kadang tidak laku bunga satu pun juga,” ungkapnya sambil tersenyum.

Demikian juga Ibu Clarita yang menjual bunga di pinggir jalan di Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah.

Clarita didampingi anaknya, menceritakan berawal dari hobi maka bisnis bunga mulai digelutinya sejak tahun 2017.

“ Dalam beberapa bulan terakhir omset penjualan naik drastis, rata-rata Rp.500 ribu per hari, bahkan ada juga sampai satu juta rupiah per harinya,” ujarnya.

Dirinya menjual bunga dengan berbagai jenis. Harganya juga bervariasi, bahkan ada bunga yang bernilai fantastis.

“ Untuk bunga saya pesan dari Jawa, bahkan juga dari Jakarta”, jelasnya.

Clarita yang akrab disapa Clara ini mengaku akhir-akhir ini banyak yang membeli bunga di tempatnya. Ada pembeli dari dalam kota, ada juga dari luar Kota Kupang, seperti warga Soe, Kefa, Dili dan juga warga Flores yang mampir dan membeli bunga miliknya.

Area penjualan bunga di Noelbaki Kabupaten Kupang

Ia menambahkan, kadang ramai sekali, kadang sepi sekali tempatnya. Tren memelihara bunga kini demikian tinggi di kalangan masyarakat Kota Kupang. Selain memperindah pandangan di rumah, memelihara tanaman juga menjadi hiburan tersendiri bagi warga di tengah masa pandemi. (et)

Komentar

Berita Terbaru