oleh

Bimas Katolik TTS Bina GAK Tingkat Dasar dan Menengah

Pembinaan kompetensi Guru Agama Katolik di TTS

Soe, teras-ntt.com — Kementrian Agama Kabupaten TTS, Cq Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik menggelar pertemuan Pembinaan Kompetensi Guru Agama Katolik (GAK) Tingkat Dasar dan Menengah se kabupaten TTS. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama TTS
Agus Nggiku, S.Pd, MM di Soe, Jumat (10/7/2020).

Pada kesempatan itu Agus Nggiku menyampaikan terima kasih kepada seksi Bimas Katolik yang telah menyelenggarakan kegiatan pembinaan tingkat kabupaten.
” Saya berharap agar kegiatan ini dapat diikuti secara baik dan penuh tanggung jawab karena peserta yang hadir merupakan orang pilihan yang tepat dari para pengawas,” ujarnya.

Selama kurang lebih tiga bulan lamanya, kata Agus tidak pernah bertemu seperti ini oleh karena itu perlu disyukuri bisa bertemu dalam tatanan hidup baru atau new normal.

” Saya berharap guru agama katolik menjadi contoh untuk protokol kesehatan karena orang baik adalah orang yang mendengar dan mau melaksanakan. Saya selaku kepala kantor mau katakan bahwa nilai positif dari covid ini adalah guru yang sebelumnya tidak bisa menggunakan hp android, namun covid-19 saat ini semua bisa menggunakannya untuk mengirim tugas dan materi pembelajaran kepada peserta didik. Artinya guru harus familiar dengan IT. Supaya guru jangan bingung atau merasa asing dengan teknologi,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa tugas Kementrian Agama ada 3 yakni manajemen, pendidikan dan agama sedangkan guru memiliki 4 kompetensi, profesional, kepribadian , sosial dan spiritual.

Sementara kepala seksi Bimas Katolik, Cyrilus Don Ferdinand RH, S.Sos, M.Si., kepada media ini menyamoaikan, maksud dari kegiatan ini, untuk sharing pengalaman proses KBM yang telah dilaksanakan selama ini sekaligus menimbah dan membagi pengalaman di antara sesama guru pendidikan Agama Katolik akan apa yang telah dilakukan terutama berkaitan dengan pemanfaatan media sosial dan pembelajaran online (daring) di tengah covid-19.

Menurutnya tujuan utama kegiatan tersebut adalah merefleksi dan mengevaluasi tentang pemanfaatan medsos dan proses pembelajaran online di tengah pandemi covid-19. Selain itu ditegaskan, yang menjadi sasaran kegiatan ini, melakukan pendampingan 20 orang Guru Agama Katolik tingkat dasar dan menengah se kabupaten TTS.

Lebih lanjut dijelaskan Don Ferdinand, yang menjadi dasar hukum kegiatan hari ini adalah Undang-undang sistem pendidikan nasional no 20 tahun 2020 tentang otonomi pendidikan. Namun kegiatan ini tetap mengacu pada protokol kesehatan yakni mencuci tangan dan mengecek suhu badan peserta sebelum masuk ruangan atau aula Haumeni kantor kementria Agama TTS yang digunakan sebagai tempat kegiatan.

Stef Tanmenu, salah satu peserta itu mengungkapkan kegembiraannya. ” Saya sangat senang karena ada beberapa hal yang sebelum kegiatan tidak tahu namun akhirnya tahu. Misalnya dapat mengetahui google drive, telegram dan zoom cloud meeting yang dilatih atau diajarkan oleh bapak Wens dan Saudara saya Septian,” ujarnya.(ab)

Komentar

Berita Terbaru