Home Nasional Bikin ribut, 32 ABG digerebek warga saat pesta arak di kontrakan

Bikin ribut, 32 ABG digerebek warga saat pesta arak di kontrakan

976
0
SHARE
lustrasi minuman keras. ©2012 Merdeka.com

Terasntt.com – Sejumlah warga menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Sungaidaeng Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Hasilnya, 32 remaja ketahuan sedang dalam keadaan teler usai meminum arak beramai-ramai.

“Sebanyak 32 remaja yang sedang pesta arak tersebut ditertibkan warga bersama aparat keamanan karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga,” kata Lurah Sungaidaeng, Hermansyah di Muntok, Senin (10/10), demikian dilansir Antara.

Dia mengatakan, penertiban dilakukan warga bersama anggota Koramil Muntok, anggota Kompi 141/AYJP dan Polsek Muntok, Sabtu (8/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Rumah kontrakan itu diketahui milik Muhamad Syadina Ali alias Ujang (24) yang beralamat di Jalan Argotirto, Kelurahan Sungai Daeng.

Saat digerebek warga dan aparat keamanan, di rumah kontrakan tersebut ditemukan lima bungkus plastik kecil minuman beralkohol jenis arak yang belum sempat diminum.

“Setelah digerebek, pemilik rumah dan para remaja itu langsung digiring ke Mapolsek Muntok untuk didata dan melakukan pembinaan,” ungkap dia.

Usai dilakukan pendataan dan pembinaan, kata dia, pelaku yang sebagian besar masih berstatus pelajar diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatan. Surat itu harus dibuat di depan orangtua masing-masing.

“Kami berharap kejadian ini merupakan yang terakhir, selain itu kami juga menyayangkan sikap pemilik kontrakan yang tidak mengikuti aturan sehingga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitarnya,” keluhnya.

Menurut dia, teguran kepada pemilik kontrakan sudah beberapa kali dilakukan, namun masih saja terjadi kegaduhan di rumah tersebut. “Ini peringatan terakhir kalau ke depan masih terjadi lagi, akan kami segel,” tegas dia.

Kanit Binmas Polsek Muntok Bripka Mahdali juga memberikan peringatan kepada mereka agar tidak mengulangi lagi.

“Apabila masih terulang, akan kami berikan sanksi sesuai proses hukum yang berlaku, namun saat ini cukup diberikan peringatan dan surat pernyataan yang diketahui orang tua masing-masing,” katanya.

Dia berpesan kepada para orangtua untuk mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus pada penyimpangan dan kenakalan remaja.[merdeka.com/tyo]

Berikan Komentar Anda.