Home Hukrim Berstatus Terdakwa, Anggota DPRD Sikka Yohanis Goban Bisa Diberhentikan

Berstatus Terdakwa, Anggota DPRD Sikka Yohanis Goban Bisa Diberhentikan

731
0
SHARE

MAUMERE, Terasntt.com — Sesuai aturan perundangan yang berlaku bila seorang anggota DPRD berstatus terdakwa maka bisa dinonaktifkan dari jabatannya.

Demikian penegasan Koordinator Divisi Riset dan Kampanye, Perkumpulan Bantuan Hukum Nusa Tenggara (PBH Nusra), Yohanes Suban Kleden, saat ditemui di kantornya, Jalan Sodirman Waioti, Maumere, Jumat (2/12/2016).

“Berdasarkan ketentuan Pasal 412 ayat (1) huruf (b) Undang-Undang MD3 maka Yohanis Yudas Goban harusnya sudah dinonaktifkan sebagai anggota DPRD Sikka.” tegasnya.

Menurutnya, Yohanis Goban sudah berstatus terdakwa sejak tahun 2013 meskipun belum ada putusan yang inkrah karena yang bersangkutan masih menempuh upaya hukum banding dan dilanjutkan dengan upaya hukum kasasi.

Dalam Undang – Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 pasal 412 dnyatakan bahwa bahwa seorang anggota DPRD Kota/Kabupaten diberhentikan sementara apabila menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana umum yang diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun.

Selain itu, lanjutnya anggota DPRD Kota/Kabupaten dapat diberhentikan apabila menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana khusus.

” Kasus korupsi itu adalah tindak pidana khusus, maka DPRD Sikka tidak boleh mengelak untuk menonaktifkan Yohanis Goban,” tegas Suban Kleden.

Oleh karenya, Suban Kleden mengaku heran apabila Yohanis Goban tidak dinonaktifkan. Bahkan dirinya mempertanyakan alasan DPRD yang menyatakan belum berani bertindak bila belum ada pegangan yang jelas.

” DPRD Sikka sudah bisa menonaktifkan Yohanis Goban berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, apabila kemudian sudah ada putusan, bahwa  yang  bersangkutan terbukti bersalah dan sifatnya inkrah atau mengikat maka anggota DPRD tersebut bisa diberhentikan. (are de peskim)

Berikan Komentar Anda.