Home Olahraga Bayi dengan Organ Tubuh Terburai di Luar Kulit Lahir di TTU

Bayi dengan Organ Tubuh Terburai di Luar Kulit Lahir di TTU

1011
0
SHARE

KEFAMENANU, Terasntt.com —
Kasus bayi lahir dengan organ tubuh terburai di luar kulit, kembali terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT. Bayi berjenis kelamin laki – laki dengan berat badan 3,3 kg ini lahir secara normal dari rahim Patricia Berkanis (29) di RT 18/ RW 8, Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Selasa (29/11/2016).

Pasangan suami istri Wilibrodus Bobo (29) dan Patricia Berkanis (29) warga desa Oelami kecamatan Bikomi Selatan RT/RW 18/08 tak menduga bayi kedua berjeni kelamin laki – laki yang dilahirkan dengan berat badan 3, 3 kilo gram akan lahir mengalami kelainan dengan kondisi usus terburai di luar kulit perut.

” Saya melahirkan pagi tadi, Selasa (29/11) jam 06.00 wita dengan dibantu bidan dari puskesmas. Saya kaget saat bayi keluar dengan kondisi seperti ini,” kisah Patricia didampingi suaminya Wilibrodus Bobo (29)  di kediaman mereka.

Lanjutnya, Berkanis menuturkan, bahwa perkiraan bidan dia baru akan melahirkan pada tanggal 30 Desember 2016 mendatang.

” Perkiraan bidan akhir bulan Desember baru saya melahirkan. Tapi Tuhan berkehendak lain hingga saya melahirkan hari ini,” katanya sambil menatap wajah buah hatinya.

Menurutnya saat melahirkan normal. Ari – ari dan anak langsung keluar, hanya saat dilihat utuh, usus dan organ lainnya terburai di luar kulit perut.

” Setelah melahirkan kami langsung berangkat ke RSUD Kefamenanu namun siangnya langsung pulang karena dokter juga tak bisa berbuat apa – apa dengan usia bayi masih terlalu kecil sehingga tak bisa dioperasi. Kami pasrah, jika memang tak ada yang bisa menolong bayi kami,” katanya lesuh.

Menurut Patricia, selama hamil ia rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas setempat. Dan tak mendapat tanda atau firasat buruk terhadap musibah yang menimpah keluarganya.

Sementara suaminya Bobo mengaku mendapat tanda melalui mimpi, menyeberangi sungai yang sedang dilanda banjir besar.

” Saya bermimpi buruk semalam, hujan deras dan sungai terendam banjir besar. Kami berusaha menyeberang namun sia – sia dan sayapun kaget terbangun dari mimpi. Mungkin jawaban dari mimpi saya adalah kecacatan kelahiran anak saya. Yah… kami pasrah saja,” ungkap sambil menatap ke arah sang bayi yang dibaringkan di sampping ibunya.

Dokter Spesialis anak, RSUD Kefamenanu Mervin Tri Hadianto saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2016) mengakui adanya kasus tersebut. Namun tidak bisa ditangani walau di fasislitasi RS tipe A.

” Kasus itu tidak bisa ditangani, 99 persen akan meninggal walaupun difasilitasi RS tipe A yang ada spesialis bedah anak.  Jadi kasus anensefal atau tak punya tengkorak, gastroschizis usus terburai, dinsrom trysomi 13 dan trysomi 18 prognosis fatal dan tak perlu diopname di RS. Itulah pertimbangan saya sehingga saya mengedukasi keluarga untuk pasrah dan dirawat di rumah saja,” ujar Mervin.

Mervin mengatakan, jika sempat di USG saat sebelum melahirkan sudah ketahuan bayinya akan mengalami kelainan atau kecacatan tubuh.

Ia juga mengisahkan kasus yang sama  pernah ditanganinya di RSUD dokter Kariadi Semarang.  bayi yang gastroschizil 100 % meninggal meskipun sudah mendapat lapisan silikon yang dikerjakan dokter spesialis anak.

Pantauan Terasntt.com, bayi terlahir cacat yang belum berusia sehari ini terus menerus menangis kehausan sambil memasukan jarinya ke dalam mulut. Patricia tidak berani mengambil resiko menyusui bayinya, lantaran takut saat digendong usus dan organ tubuh lain yang terburai di luar kulit perut pecah atau resiko lainnya yang bisa menyebabkan bayinya meninggal di tangannya sendiri.

Informasi yang dihimpun media ini, kasus kecacatan kelahiran bayi sudah beberapa kali terjadi di kabupaten Timor Tengah Utara.

Sebelumnya beberapa tahun silam, tercatat beberapa bayi terlahir dengan sebagian organ tubuh dan otak terburai keluar. Namun hingga saat ini faktor utamanya masih belum dapat dipastikan.(dit)

Berikan Komentar Anda.