Home Daerah Banyak Gagasan “Ayo Bangun NTT” Lahir di Matim

Banyak Gagasan “Ayo Bangun NTT” Lahir di Matim

939
0
SHARE

BORONG, Terasntt.com — Dialog terbuka ” Ayo Bangun NTT ” yang siselenggarakan Yayasan Tunas Muda Indonesia (TMI) di berbagai daerah di NTT menjaring banyak gagasan dan ide. Namun lebih seru saat dialog itu digelar di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (7/5/2017) dengan berbagao konsep.

Forum dialog itu sangat terbuka bagi peserta untuk menyampaikan gagasan dan ide brilian dalam rangka membangun Manggarai Timur dan NTT ke depan yang lebih baik.

Pada kesempatan itu Wakil Ketua DPRD, Wilfridus Jiman menegaskan, bahwa sebenarnya banyak gagasan dan ide dari masyarakat menjadi titik pijak membangun sebuah daerah baik, kabupaten/ kota maupun Propinsi NTT, tetapi apakah pemimpinnya mau mendengar dan menerima masukan dari masyarakat ?. Sebab yang terjadi saat ini pemimpin daerah hanya mau mendengar dan berbuat sesuai pikirannya dan orang tertentu.

Ia mengapresiasi pembangunan di NTT tetapi apakah NTT ini berkembang dan maju dengan yang dikatakan propinsi jagung ?.
Menurutnya NTT menjadi propinsi jangun tidak pas karena tidak cocok dengan kultur tanah di wilayah Manggarai.

Ia juga mengapresiasi kepada Ketua Yayasan TMI, Melki Laka Lena sebagai pemimpin muda NTT yang menbuat terobosan melalui kegiatan sayembara dan dialog terbuka “Ayo Bangun NTT”.

Demikian juga Santus Lasarus, anggota DPRD setempat mengatakan, perkembangan dan persoalan bangsa saat ini sangat mengkuatirkan, namun kita sebagai masyarakat NTT harus bangsa, karena NTT merupakan propinsi yang toleransi masyarakatnya tinggi.

Sementara Wartawan Senior Kompas, Frans Sarong, mengatakan NTT memiliki SDM yang luar biasa. Banyak orang NTT yang mempunyai peran di nasional bahkan menjadi orang penting dalam republik ini.

Ia mengangkat soal kualitas pendidikan yang kian merosot dari tahun ke tahun.

Menurutnya, output mutu pendidikan orang – orang dulu sangat luar biasa, sebab dunia pendidikan saat ini orang lebih mementingkan hasil akhir dari proses awal.

Ia menginginkan, metode pendidikan seperti sekolah -sekolah seminari bisa diadopsi berbagai lembaga pendidikan di NTT umumnya dan Manggarai Timur khususnya.

Hal yang sama juga disampaikan Merry Rasit, bahwa kesetaraan gender dan peran wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender perlu diperhatikan.

Menurutnya, peranan wanita dalam pembangunan adalah hak dan kewajiban yang dijalankan oleh wanita pada status atau kedudukan tertentu dalam pembangunan, baik pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan, baik di dalam keluarga maupun di masyarakat.

Peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender, dalam arti model pembangunan sesuai dengan konsep gender peran produktif dan peran sosial yang sifatnya dinamis.

” Dinamis dalam arti, dapat berubah atau diubah sesuai dengan perkembangan jaman, dapat ditukarkan antara pria dengan wanita dan bisa berbeda lintas budaya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Ia juga mengapresiasi inisiatif Ketua Yayasan TMI, Melki laka lena yang sudah menyelenggarakan kegiatan seperti ini disetiap daerah, kiranya kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi pemimpin yang lain.

Pada kesempatan itu juga, Melki Laka Lena memberi apresiasi kepada peserta dialog yang antusias menyampaikan ide atau gagasan untuk kepentingan pembangunan ke depan.

” Penyelenggaraan sayembara dan dialog terbuka ini bertujuan untuk menggali gagasan atau ide yang bisa dijadikan konsep membangun daerah ke depan. Sebagai kader partai yang juga ikut dalam survei Golkar, tentu harus mempersiapkan diri dengan konsep pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Jika saya lolos dari survei dan juga menjadi gunbernur konsep ini yang akan dipakai untuk merancang pembangunan di NTT. Saya sedang belanja konsep melalui kegiatan ini,” ujarnya.(mas)

Berikan Komentar Anda.