oleh

Bangun Stadion atau Cegah Covid-19 ?

Oleh: Agustinus Siswani Iri

Rohaniawan Keuskupan Larantuka
Tinggal di Bandung

Kupang, teras-ntt.com — Dikutip dari media online Bali News Network tanggal 14 Agustus 2020 memberitakan ‘’Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon melakukan peletakan batu pertama pekerjaan stadion olah raga dan pusat olahraga di Lewolere.

Bupati Antonius Gege Hadjon dalam sambutannya diacara peletakan batu pertama tersebut menegaskan bahwa pihaknya harus memulai menjawabi harapan-harapan masyarakat dan harapan pemimpin daerah itu yang terbawa dari waktu ke waktu, yang terbawa dari periode ke periode agar di Kabupaten Flores Timur punya sebuah stadion olahraga dan bahkan pusat olahraga.

Lebih lanjut Kepala Dinas PKO mengatakan bahwa di kawasan ini akan dibangun stadion olahraga, GOR tertutup, kolam renang dan wisma atlet.

Dalam perencanaannya anggaran tidak sedikit. Sampai selesai total anggaran mencapai 160 miliar.”
Menariknya bahwa genderang proses pengerjaan proyek ini mulai ditabu dengan peletakan batu pertama pada saat dunia, bangsa Indonesia dan lebih khusus daerah Flores Timur sedang mengalami pandemi Covid-19.

Pekerjaan proyek ini dilakukan pada saat rakyat sedang mengalami krisis kesehatan maupun krisis ekonomi akibat Covid -19.

Terkait krisis Covid-19 ini para ahli mengatakan bahwa dampak pandemi covid-19 diperkirakan lebih besar dari krisis keuangan global.

Organisation for economic cooperation and development (OECD) memperkirakan bahwa ekonomi dunia hanya akan tumbuh 1,55% pada tahun ini jika pandemi ini berlanjut dan memburuk. Krisis ini juga dialami bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia kini telah memasuki kondisi wabah Covid-19 yang sangat memprihatinkan dan perkembangan Covid-19 ini, mengarah kepada peningkatan penularan secara eksponensial. Jumlah kasus kumulatif Covid-19 yang dilansir dari laman kementerian kesehatan pada Kamis 13/8/2020 yang dimuat dalam Tribun Jogja.com di Indonesia menjadi 132.816 per 13 Agustus 2020. Pemerintah juga menyatakan bahwa masih ada penularan virus corona di semua daerah di Indonesia.

Penularan Covid-19 ini juga dapat terjadi di Flores Timur dan hal ini dapat dibuktikan bila terjadi swab test secara massal. Persoalan yang dihadapi sekarang ini di Flores Timur adalah pelaksanaan swab test masih belum tampak ada akselerasi.

Akibat minimnya warga yang tes, upaya memutus mata rantai penyebaran belum optimal. Dikhawatirkan banyak warga Flores Timur yang positif corona namun belum terdeteksi lantaran belum menjalani tes.

Dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 juga dialami masyarakat Flores Timur. Kelompok masyarakat yang paling rentan kehilangan pendapatan terutama mereka yang berpenghasilan harian seperti buruh harian, pegawai harian, nelayan, petani, pedagang kecil yang kehilangan penghasilan.

Masyarakat Flores Timur mengalami krisis ketika ketidakberdayaan ekonomi sebagai akibat dari pandemi Covid-19 dan membuat tekanan hidup semakin parah. Disatu sisi mereka dituntut untuk bisa menghadapi situasi dan kondisi agar tetap survive, namun disisi lain merekapun dihadapkan pada beban tanggung jawab seperti biaya hidup sehari-hari baik itu biaya konsumsi maupun biaya-biaya lain termasuk cicilanan kredit.

Bidang pendidikan di Flores Timur juga terkena imbas dari munculnya virus ini. Pembelajaran melalui online juga telah membuat anak didik menderita kerugian akibat tidak ada akses internet dan tidak ada pulsa data bahkan tidak ada handphone atau laptop untuk dapat melakukan pembelajaran online.
Bahkan anak-anak dapat putus sekolah karena tidak ada uang untuk membiayai pendidikan.

Selain itu para medis di Flores Timur sebagai garda terdepan juga mengeluh soal kelangkaan berbagai barang kesehatan. Para medis sebagai garda terdepan dalam peperangan melawan virus corona tidak semuanya dilengkapi dengan ‘senjata’ yang memadai yakni alat pelindung diri.

Ditengah krisis hidup yang dialami masyarakat Flores Timur, pemerintah Flores Timur melakukan pembangunan stadion olahraga dengan anggaran yang cukup fantastis 160 miliar.

Pemerintah Flores Timur pasti sudah menyiapkan argumen yang logis sebagai jawaban bila ada pertanyaan dari masyarakat seputar membangun stadion dengan anggaran 160 miliar atau menangani krisis ekonomi akibat Covid-19.

Pemerintah Flores Timur seandainya ditanya apakah sudah menganggarkan dana APBD untuk penanganan covid -19 ? Pertanyaan ini pasti dijawab dengan muda yakni Pemda Flotim sudah menganggarkan sebesar 14 miliar dari dana APBD.

Anggaran 14 miliar ini sudah diketahui dan sudah diberitakan di pelbagai media massa lokal. Namun pertanyaan lain muncul, apakah anggaran APBD 14 miliar ini cukup untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan akibar ekonomi dari wabah ini di Flores Timur ? Hemat saya belum cukup anggaran 14 miliar untuk mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi di Flores Timur dari anggaran APBD.

Untuk itu pada kesempatan ini diharapkan kepada pemerintah daerah Flores Timur agar anggaran keuangan yang nantinya diminta dari pemerintah pusat ataupun bila nanti dialokasikan dari dana APBD untuk membangun stadion dialihkan kepada penanganan Covid-19 dan dampak ekonomi dari Covid-19 terhadap masyarakat di Flores Timur. Sangat kecil dana APBD Flores Timur yang diperuntukan bagi penanganan virus korona.

Dana APBD mesti ditambah untuk menyelamatkan warga dari krisis ini. Media Indonesia pada tanggal 14 April 2020 memuat berita bahwa “ Kepala Pusat Penerangan Kemendagri mengharapkan angaran penanganan Covid-19 di daerah masing masing mesti ditambah. Karena untuk menangani dampak Covid- 19 diperlukan keseriusan pemda dan alokasi anggaran yang cukup, semakin tinggi semakin baik.

Masih banyak program kegiatan dalam APBD yang bisa direalokasi. Fokus saat ini adalah perang lawan Covid-19, maka APBD harus diarahkan untuk hal tersebut.

Kapasitas kesehatan, jaring pengaman sosial melalui Bansos/Hibah, perlindungan kepada industri dan UKM agar tetap bisa bertahan hidup, memperkuat ketahanan pangan dan kebutuhan pokok.’’ Selanjutnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD seperti yang dimuat didalam CNN Indonesia.com pada tanggal 17/03/2020 mengatakan bahwa” saat ini pemerintah tengah fokus menyelamatkan masyarakat dari penyebaran wabah virus corona.

Untuk itu pemerintah akan mengalihkan anggaran untuk menangani penyebaran wabah corona. Salah satu pengalihan yang mungkin dialihkan adalah dana pembangunan proyek. Artinya dana-dana yang selama ini dianggarkan untuk pembangunan atau proyek-proyek supaya dialihkan dulu untuk kesehatan rakyat dan menyelamatkan rakyat dari corona”.

Sejalan dengan pendapat diatas maka hemat saya, tender pembangunan stadion olahraga Lewolere dan pusat olahraga kurang etis dilakukan saat ini dan kurang tepat bila rencana pembangunan stadion dilaksanakan pada situasi corona ini serta kurang elok pemerintah nantinya akan meminta dana dari pemerintah pusat sebesar 160 miliar untuk pembangunan stadion olahraga dan pusat olahraga ditengah krisis ekonomi akibat dampak korona.

Apalagi pemerintah pusat melalui kementerian keuangan memberikan petunjuk untuk memfokuskan anggaran pada penanganan kesehatan terkait Covid-19 dan penguatan jaringan pengaman sosial. Jika perlu maka pemerintah daerah Flores Timur mesti menambah anggaran subsidi terkait masyarakat tanggap darurat.

Proyek pembangunan stadion belum urgen dalam situasi sekarang ini, proyek ini sebaiknya dibatalkan atau ditunda pembangunannya setelah wabah ini selesai dan krisis ekonomi akibat pandemi ini teratasi.

Pemerintah Flores Timur mesti bijak melihat fakta ini dan tentu tidak patut mengalami kondisi dilematis, tatkala dihadapkan pada dua pilihan melanjutkan pembangunan stadion olahraga atau mencegah penyebaran dan menanggulangi dampak dari Covid-19 tersebut bagi masyarakat baik itu dampak ekonomi maupun kesehatan.

Menjadi keharusan bagi pemerintah untuk harus mengambil skala prioritas penanganan, bila sedang menghadapi wabah Covid-19 yang terus menimbulkan penderitaan masyarakat di pelbagai bidang kehidupan. Maka sudah barang pasti prioritas utamanya penanganannya yakni melindungi keselamatan rakyat.

Dengan berat hati atau terpaksa, rela atau tidak rela pemerintah harus menunda atau bila perlu membatalkan proyek pembangunan stadion olahraga di Lewolere dan dananya dialihkan untuk penangananan Covid-19 dan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pilihan ini memang pahit dan sulit tetapi mungkin itulah yang terbaik saat ini untuk kita lakukan sebagai satu daerah Flores Timur.(*)

Komentar

Berita Terbaru