Home Humaniora Bangun Kebersamaan Lewat Gotong – Royong

Bangun Kebersamaan Lewat Gotong – Royong

775
0
SHARE
Foto : Herman Henuk

KUPANG, Terasntt.com — Nilai Gotong – Royong dalam kehidupan masyarakat di NTT umumnya dan Kota Kupang khususnya nyaris tak terdengar. Perlahan gairah itu mulai dibangkitkan dalam kehidupan sosia untuk merajut kebersamaan.

Demikian juga dilakukan warga RT 21 – 24/ RW 007 dan 008 Kelurahan Oebobo kembalikan nilai gotong – royong dalam kegiatan kerja bakti, membersihkan lingkungan mensukseskan program bulan bakti gotong-royong.

Demikian kata panitia bulan bhakti, Hengky Jakob saat dijumpai wartawan di lokasi kerja bakti di RT 22/RW 007 Kelurahan Oebobo, Jumat (10/6/2016).
Menurut Jakob, pencanangan bulan bakti gotong – royong tingkat Kota Kupang pada bulan lalu di Kelurahan Nun Baun Sabu (NBS), Ia terus memotivasi warganya untuk menumbuh kembangkan semangat gotong – royong sebagai sebuah nilai yang positif untuk memupuk kebersamaan diantara warganya.

” Setelah pencanangan di NBS bulan lalu, kegiatan bulan bakti gotong – royong terus dikembangkan dalam kehidupan warga Oebobo, untuk menumbuh kembangkan semangat gotong – royong yang memilki nilai positif bagi kebersamaan warga,” ujarnya.
Ia mencontohkan nilai gotong – royong dalam kehidupan masyarakat pedesaan atau kampung lebih melekat sebagai sebuah nilai sosial masyarakat, sedangkan masyarakat perkotaan nilai gotong – royong sangat rendah, sehinggga penting ditumbuh kembangkan kembali dalam kehidupan warga perKotaan.

” Kalau di dalam kehidupan masyarakat Desa atau di kampung nilai gotong royong sudah menjadi nilai kehidupan sosial masyarakat, sedangkan di masyarakat perkotaan hampir sudah tidak ada lagi nilai gotong royong sehingga perlu ditumbuh kembangkan,” tegasnya.

Ia menambahkan kerja bakti tersebut berlangsung sejak pukul 6.00 wita secara serentak di empat RT melibatkan warga setempat, tim penggerak PKK, LPM kelurahan Oebobo, karang taruna, kader posyandu, Mahasiswa program KKN Undana dan para pegawai kantor Lurah oebobo.

Sementara ketua RT 22, Nan Blegur mengatakan, kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan arti pentingnya kesehatan serta upaya menanamkan nilai gotong – royong kepada warga sebagai dasar hidup bermasyarakat.
” Kalau dari diri sendiri sudah mampu kerja membersihkan lingkungan tentu akan memupuk kehidupannya dalam keluarga, jadi tujuan dari kegiatan kita hari ini adalah menanamkan jiwa gotong – royong sebagai sebuah konsep dasar hidup yang kuat,” katanya.

Blegur menjelaskan dengan hadirnya nilai gotong – royong mámpu menata kehidupan warga diwilayah RT 22, mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan aman.

” Warga di RT 22 berjumlah 21 KK dengan 17 KK penduduk menetap dan 4 KK tinggal di tempat kos atau kontrakan, mereka semua hidup dalam semangat gotong – royong, sehingga hampir tidak ditemukan masalah sosial yang terjadi didalam kehidupan bersama mereka,” katanya. (her)

Berikan Komentar Anda.