oleh

Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Dinas Pariwisata Dorong UKM & IKM

Kabid Industri Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Eden Kalakik di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2020)

Kupang, teras-ntt.com — Di masa pandemi covid-19 yang pukulan langsung adalah dunia pariwisata khususnya usaha pariwisata dan industri pariwisata. Namun ketika keadaan ini normal, maka yang akan bangkit duluan adalah pariwisata khususnya usaha dan industri pariwisata.

Demikian kata Kabid Industri Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Eden Kalakik di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2020)

Menurutnya ruang lingkup pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi, baik itu restoran, hotel, rumah makan dan lainnya.

” Na..mengantisipasi supaya dampak ekonomi ini tidak mengena langsung pada masyatakat terutama pelaku industri dan usaha pariwisata, kami mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk membuat produk – produk yang menyangkut dengan industri dan usaha pariwisata. Contoh misalnya IKM Kelimutu kita dorong mereka membuat sedotan dari bahan lokal rumput. Tahun ini kita anggarkan alat untuk membuat sedotan ini, sehingga ketika disuplai ke rumah makan, hotel dan tempat wisata yang lain tentunya akan menunjukan adanya nuansa ramah lingkungan. Sehingga di obyek wisata itu tidak terkesan terjadi penumpukan sampah,” katanya.

Begitu juga kita menyiapkan anggaran untuk pengadaan alat – alat sanggar. Kita berharap ketika menghidupkan sanggar di obyek wisata untuk mempersiapkan diri sehingga ketika wisatawan manca Negara, Nusantara maupun lokal berkunjung sudah bisa melihat atraksi yang telah disiapkan oleh sanggar di lokasi. Na tentunya mereka yang menyaksikan atraksi budaya setempat, maka wisatawan ini akan membayar sanggar itu, lanjutnya.

Di samping sanggar, lanjut Eden juga mendorong pelaku – pelaku ekonomi membuat souvenir.

” Sudah ada 7 kelompok pembuat souvenir yang dibantu Dinas Pariwisata masing – masing di Wolwal Kabupaten Alor, Fatumnasi TTS, Koanara Ende, Lamalera Lembata, Mulut Seribu Rote Ndao, Pamadita Sumba Timur,” ujarnya

Menurutnya, saat ini kelompok pembuat souvenir terus dilatih dan didampingi hingga akhirnya bisa mandiri dan mampu melahirkan kelompok yang baru.

” Kita mengutamakan prodak lokal. Sudah ada kelompok IKM yang membuat minuman kelor dalam bentuk serbuk dan cairan. Itu sudah dibuat dan barang sudah ada disini,” tandasnya.

Kabid Industri Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Eden Kalakik di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2020)

Menurut data WHO katanya jumlah penduduk dunia sekitar 7,3 miliar, ada 1,3 miliar itu setiap tahun melakukan perjalanan wisata sehingga kita harus mempersiapkan SDM, destinasi sehingga saat situasi sudah normal kembali dan ketika wisatawan berkunjung ke daerah sudah ada persiapan destinasi dan masyarakat untuk menyambut wisatawan.

” Dalam perhitungan kita, bahwa semakin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTT atau destinasi semakin lama dia menginap maka semakin banyak anggaran yang dia keluarkan. Dan kita berjalan anggaran ini jatuh langsung kepada masyarakat,” tandasnya.(mas)

Komentar

Berita Terbaru