oleh

Bangkit Di Tengah Himpitan Ekonomi Covid-19, Kisah Mama Yosefina, Dari Tak Punya Rumah Hingga Tangis Haru Terima BLT

Adonara, teras-ntt.com- “Rasa takut itu manusiawi. Namanya manusia pasti ada rasa takut. Saya dan keluarga hanya bisa berdoa agar dijauhkan dari bahaya virus ini. Sebelum bangun rumah dan pindah ke sini, kami tinggal di desa sebelah yang berjarak sekitar 10 kilometer. Selama di sana kami tak pernah dapat bantuan apapun pemerintah, baru kali ini saya terima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hanya raskin yang kala itu sempat saya terima dan membayar sebesar Rp 70 ribu. Setelah raskin itu, tidak ada lagi bantuan yang diterima keluarga kami. Saya tidak tahu apakah terdaftar atau tidak nama suami saya. Ataukah mungkin ada persyaratan yang sudah ditentukan sehingga kami tidak mendapatkannya. Namun bagi saya, mau dapat atau tidak tetap dinikmati sebagai anugerah Tuhan yang mesti disyukuri. Saya percaya itu adalah rezeki. Hak-nya kita, milik kita, hak-nya orang, milik orang. Jangan sampai haknya mereka kita ambil. Ibarat nasi sepiring punya mereka tapi kita ambil, begitupun sebaliknya. Lalu akhirnya dengan adanya dampak ekonomi akibat virus Corona ini, saya dan keluarga bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat yang diberikan langsung melalui pemerintah desa. Saya menangis terharu, bercampur jadi satu, sangat terasa di hati. Saya tidak melihat dari jumlahnya, namun nilai saling tolong menolong sebagai sesama manusia di masa sulit ini agar bisa bangkit, itulah yang terpenting. Meskipun besarannya tidak seberapa tapi saya  bersyukur karena bisa membantu saya  untuk modal usaha agar bisa bangkit dan melanjutkan hidup ini. Terima kasih Pak Jokowi,” ujar Mama Yosefina sambil meneteskan air mata di kediamannya di Waiwadan Adonara Barat beberapa waktu lalu.

Komentar

Berita Terbaru