oleh

Baksos Di Desa Nobo, OMK St. Fransiskus Xaverius Waibreno Bersihkan Rumah Korban Bencana

Adonara, teras-ntt.com — Orang Muda Katolik (OMK) St. Fransiskus Xaverius Waibreno, Kecamatan Adonara Tengah menggelar bakti sosial (Baksos) membersihkan rumah – rumah warga korban bencana di Desa Nobo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/4/2021).

Aksi peduli bencana yang dilaksanakan Orang Muda Katolik tersebut, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dalam pelayanan kemanusiaan membantu para korban dampak bencana alam dengan tulus untuk mengurangi beban mereka. 

Ketua OMK St. Fransiskus Xaverius Waibreno, Lordin Tukan kepada teras-ntt.com mengatakan, bahwa dasar pemikiran dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kesadaran Orang Muda Katolik yang secara sadar mampu menghayati nilai-nilai kemanusiaan sehingga terpanggil dan tanpa paksaan untuk melakukan pelayanan sosial kemanusiaan khususnya membantu para korban yang terkena dampak bencana alam tanpa mengharapkan imbalan, demi keutuhan martabat hidup manusia. 

” Kegiatan ini sebagai bentuk rasa empati, kepedulian dan solidaritas kami dalam membantu sesama yang dengan tulus ikhlas mengurangi beban mereka tanpa pamrih. Kami dari Desa Baya, Kecamatan Adonara Tengah namun cinta kasih yang Tuhan Ajarkan kepada kita membuat semangat dan jiwa kami sebagai sesama manusia terketuk dan terpanggil untuk membantu sesama. Dengan berbagi dari apa yang kita miliki merupakan bentuk nyata yang Tuhan ajarkan itu. Dan hari ini kami turun ke desa nobo memberikan apa yang bisa kami lakukan untuk mereka. Mudah mudahan apa yang kami perbuat ini dapat mengurangi beban hidup yang mereka alami,” tandasnya. 

Ditanya terkait kegiatan OMK di desa Nobo Lordin mengisahkan saat itu dirinya mendengar informasi, bahwa di desa Nobo juga terkena dampak bencana banjir bandang sehingga mereka.merasa terpanggil untuk membuat baksos. 

” Saya dengar informasi jika di desa Nobo juga terkena dampak musibah banjir. Rumah-rumah, sekolah dan Gereja terkena banjir yang mana sudah  hampir 3 Minggu kondisi memprihatinkan. Setelah bencana masyarakat setempat dan relawan melakukan pembersihan. Namun karena kurangnya tenaga hingga saat ini sebagian besar rumah-rumah dan tempat umum belum dibersihkan. OMK st. Fransiskus Xaverius berinisiatif untuk membantu. Kami berharap kepada segenap komunitas atau perkumpulan masyarakat yang ada di pulau Adonara agar bisa membantu mempercepat pembersihan di lokasi tersebut karena jika hanya berharap pada masyarakat setempat saja, maka proses pembersihan akan menjadi lama,” ungkap Lordin. 

Diketahui, sebanyak 43 anggota OMK berangkat dari dusun Waibreno pada Pukul. 08.15 WITA menggunakan dump truk dan tiba di lokasi kegiatan pada Pukul 10.40 WITA. Setelah tiba mereka langsung di arahkan oleh pengurus penanggulangan bencana menuju salah satu rumah yang terkena dampak. 

Keterbatasan alat seperti sekop, besi gali dan juga ketinggian material yang menggenangi rumah warga sekitar satu meter sehingga lambat dalam pembersihan sampai pada pkl 15.00 WITA hanya satu rumah yang selesai di bersihkan. 

Usai melakukan pembersihan, OMK. St. Fransiskus Xaverius Waibreno berangkat menuju Posko pengungsian di Nelelamadiken menyerahkan sumbangan berupa kayu api dan sayur-sayuran sebelum berziarah ke makam para korban bencana di Lamanele.

Pantauan teras-ntt.com di lokasi, sepanjang lorong masih berlumpur dan material yang dikeluarkan dari beberapa rumah hanya bertumpuk di halaman rumah. Sementara alat berat pun baru tiba sekitar pukul.16.00 WITA untuk membantu membersihkan material bencana yang ada di desa tersebut.(ran)

Komentar