oleh

Bagus Tjahjono : Perlu, Simulasi Penanggulangan Bencana di NTT

KUPANG, Terasntt.com — Kapusdiklat PB, Dr Bagus Tjahjono mengatakan, salah satu implementasi program peningkatan kapasitas kesiapsiagaan daerah dalam rangka mengantisipasi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami perlu ada pelatihan atau simulasi. Dengan demikian bisa mengurangi resiko bencana bagi masyarakat.
Demikian kata, Tjahjono dalam sambutannya yang dibacakan
Kepala Bidang kurikulum dan penyelenggara Pusdiklat PB BNPB Drs.Hermana pada pembukaan pelatihan di Swiss Berllin Hotel, Selasa (1/9/2015)
Hermana mengatakan, program tersebut sudah dilaksanaka sejak tahun 2014 melalui simulasi pada 10 kabupaten/ Kota di sembilan propinsi dan di tahun 2015 BNPB melalui pusat pendidikan dan latihan penanggulangan bencana melanjutkan kegiatan serupa pada 10 Kabupaten / Kota di Lima Propinsi bagian Timur Indonesia yakni Bali,NTB,NTT Sulbar dan Papua .
Menurut dia kegiatan pelatihan dan simulasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesiap siagaan pemerintah daerah maupun masyarakat dalam antisipasi menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Kupang
Hermana mengatakan, terpilihnya Kota Kupang sebagai tempat simulasi kali ini tidak terlepas dari tingginya index resiko bencana gempa bumi dan tsunami yang mungkin terjadi.
” Tentunya kita semua menyadari bahwa untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat dalam antisipasi bencana tidak bisa dalam sekali latihan saja tetapi harus dilakukan secara kontinue dan berulang kali agar pemerintah daerah serta masyarakat dapat memahami dan mengambil langkah antisipatif sesegera mungkin ketika ancaman bencana sudah di depan mata, “tegasnya.
Pada prinsipnya, lanjut dia simulasi itu bertujuan sebagai uji- coba terhadap rencana kontijensi atau standar operasional procedure (SOP) tanggap darurat bencana yang sudah disusun. Jika renkon/SOP belum ada, setidaknya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada seluruh stakeholders terkait penanggulangan bencana di kota kupang bahwa komando, kendali dan koordinasi merupakan hal paling krusial dalam penanggulangan bencana.
“Gladi lapangan merupakan simulasi/latihan yang paling komplek yang memobilisasi seluruh sumberdaya dan personil yang ada dan sangat membutuhkan waktu, tenaga dan anggaran yang cukup besar. Kita akan melaksanakan simulasi dalam ruang tanpa memobilisasi peralatan dan personil, “ujarnya.
Sementara Walikota Kupang Jonas Salean, mengatakan bencana alam adalah sebuah fenomena dengan susah payah bahkan menelan korban jiwa bahkan harta benda sepatutnya membuat kita senantiasa meningkatkan kewaspadaan dini dan kesiagaan penuh supaya mengurangi resiko bencana khususnya bencana tsunami di kota Kupang.
Menurut topografi kota kupang merupakan perpaduan antara daratan rendah dan perbukitan.
” Di Kecamatan Alak, Kota Lama dan Kelapa Lima berdasarkan peta masuk rawan bencana. Dan Kota Kupang daerah pesisir merupakan kawasan yang rawan tsunami di tambah beberapa kelurahan yang berbatasan langsung seperti, Fonteni, Bonipoi, Merdeka dan Nefonai, “katanya.
Sementara itu ketua panitia mengatakan simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan,pemahaman dan keterampilan pegawai di lingkungan BPBD dan SKPD khususnya para pegawai yang dipersiapkan untuk menghadapi keadaan tanggap darurat gempa dan tsunami.
Menurutnya, maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan teknis dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pegawai dilingkungan BPBD dan SKPD Kota Kupang, khususnya berkaitan dengan masa tanggap darurat pada saat terjadi bencana.
Kegiatan tersebut diikuti 35 orang yang terdiri dari pegawai BPBD dan SKPD terkait dilingkungan Kota Kupang dan Propinsi NTT selama 5 hingga tanggal 4 September 2015.(eja)

Komentar