by

Ayo ke Cafe Cokelat, Cafe Bertirai Bambu Pertama di Kota Kupang.

Oleh : Rafael L Pura
Wartawan Terasntt.com

UNTUK Warga Kupang dan sekitarnya, rasanya belum lengkap kalau belum menyambangi kafe Coklat. Cafe ini Berada di Liliba, tepatnya di jalan Fatutuan, kota Kupang. Pengunjung tidak akan sulit menemukan lokasi ini karena berada tepat di tepi jalan dengan sebuah papan nama sederhana bertuliskan, “cafe cokelat”.

Begitu masuk, tertanam potongan – potongan batang bambu tak beraturan, memembentuk pintu masuk. Potongan bambu tersebut sekilas seperti sebuah lorong, seolah-olah, cafe itu berada dalam hutan lindung yang teduh.

Terdapat beberapa lopo yang berjejer berbentuk persegi dengan tempat duduk yang terbuat dari Kayu. Arsitektur Lopo dirancang seperti rumah-rumah di zaman Post Modern, lebih menyerupai rumah-rumah adat, pada dinding lopo, didesain dengan potongan-potongan bambu yang unik, terlihat seperti sebuah lukisan yang rumit dan klasik. Semua itu dicat berwarna cokelat, sesuai nama cafenya. Pada bagian tengah, tumbuh bunga-bunga dengan kembangnya asrih di taman.

Uniknya lagi, taman itu desain berbentuk segi tiga, jalan setapak kecil selebar bahu manusia, dirancang membela taman itu menuju masing-masing lopo. Di tepinya, terdapat lagi pohon-pohon tinggi yang tumbu berjarak. Pada batangnya, dipasang lampu kelap kelip menyerupai bunga api.

Seekor musang dengan kandangnya yang diletakan di tengah-tengah taman menambah kental suasana perkampungannya. Berada di cafe ini, tak ubahnya seperti berada dalam sebuah labirin kehidupan yang damai. Ditambah lagi dengan alunan musik yang sengaja diputar, memberi nuansa yang benar-benar berbeda.

Suasana ala Kampung seperti itu, rupanya direspon positip oleh pegunjung. Sesar Balaweling, Wakil Kepala Sekolah pada SD Ratu Mustika, mengunjungi Cafe ini karena penasaran.

” Memang, belum pernah ada yang mengusung konsep seperti ini,” ujarnya kepada terasntt.com. Senin, (12/6/2017).

Reaksi serupa ditunjukan, Hengki Bebe dan Ola Mangu Kanisius, mereka mengatakan sudah beberapa kali menyambangi Cafe Cokelat. Mereka memang menyukai cafe dengan konsep seperti ini.

” Konsep dan suasanaa ini kreaif, dan kami pikir, ini baru pertama kali di Kota Kupang, ada lopo, lampu kelap kelip, suasana begitu teduh,” ujar mereka.

Selain konsep desain yang unik, Cafe ini menyungguhkan Kuliner yang berbeda pula. Mulai dari makanan sampai minuman. Semua produk makanan dan minuman cafe itu, diolah dari bahan alami menggunakan wadah yang alami pula. Sebagaimana diungkapkan pengelolah cafe, Simon Taby

” Cokelat ini dihasilkan dari cacao asli yang didatangkan dari kampung kemudian diblender. Tidak ada campuran bahan kimia. Begitu pula dengan makanannya, dimasak menggunakan priuk tanah,” ujarnya.

Dengan memasasuki cafe ini, Pengunjung bisa menikmati berbagai makanan dan minuman yang disajikan dengan harga terjangkau. Mulai dari cokelat, cream cokelat, roti bakar cokelat, serta “Putu” makanan Khas Flores timur. Dengan bermacam menu makanan dan minuman ini anda hanya cukup merogo kocek tidak sampai ratusan ribu rupiah.

Penasaran ? Datang langsung ke cafe ini. Dengan pacar anda lebih baik, menikmati sisi romantis yang ditawarkan cafe ini. Percayalah, pacar anda akan bahagia dan tenang disamping anda.

Juga untuk para aktivis, anda boleh berdiskusi di tempat ini kapan saja, dan tanpa batasan waktu. Seperti beberapa orang muda yang kujumpai ketika menyambangi cafe ini. Mereka bercerita lepas, seolah mereka berada di sebuah ruang bebas tanpa diketahui dan diawasi.(*)

Comment

Berita Terbaru