oleh

Atasi IMS, Dinkes Kota Kupang Tingkat Sosialisasi

KUPANG, Terasntt.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan terus mensosialisasikan dampak penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) kepada masyarakat. Kasus tersebut bisa beresiko lebih besar terinfeksi HIV jika tidak dicegah.
Sosialisasi ini sudah menjadi program wajib tiap bulan yang dilakukan oleh Dinkes.
Sesuai data distribusi kasus IMS tahun 2014 yakni Pasir Panjang 598 kasus, Bakunase 309 kasus, Kupang Kota 34 kasus, Alak 618 kasus, Oebobo 419 kasus, Sikumana 27 kasus, Oesapa 232 kasus, Penfui 180 kasus, dan Oepoi 100 kasus serta Naioni 42 kasus.
Demikian kata Kepala Puskesmas Bakunase,dr Maria Ivonny Ray. Ketika membawa materi pada kegiatan Orientasi Warga Peduli AIDS (WPA) yang digelar KPA Kota Kupang, di aula Rujab Wakil Walikota, Selasa (25/8/2015).
Menurutnya, sosialiasai yang dilakukan tentunya dilihat dengan tren penyakit yang terjadi dimasyarakat. Namun berkaitan dengan penyakit IMS Dinkes tetap melakukan sosialisai wadah WPA yang dibentuk KPA.
“IMS penularan utamanya terjadi melalui hubungan seksual, yakni keluarnya cairan, luka pada alat kelamin, pembengkakan dan tumbuhnya dagin. Orang yang berisiko terkena IMS adalah mereka yang berganti – ganti pasangan seksual tanpa mempratekkan seks yang aman,” katanya.
Ray menambahkan, gejala IMS tidak hanya terjadi pada kaum pria tetapi juga gejala IMS pada perempuan yakni, keputihan yang tidak normal, rasa sakit saat berhubungan seks , gatal -gatal yang terus menerus disekitar alat kelamin, rasa sakit pada perut bagian bawah yang tidak biasanya terjadi dan timbul luka, koreng, bisul atau daging tumbuh sekitar alat kelamin. Bekaitan kasus seperti ini Dinkes terus tingkatkan sosialisasi kepada masyarakat baik lewat KPA, Posyandu, Puskesmas serta alat sosialisasi lain berupa brosur serta pamflet-pamfelt, agar masyarakat bisa mendekatkan diri mereka pada pelayanan kesehatan dengan melakukan pemeriksaan.(riflan)

Komentar