oleh

Aset Capai 1 Triliun, Kopdit Swasti Sari Kian Eksis Di tengah Pandemi

KUPANG, teras-ntt.com — Dampak Covid-19 terhadap ekonomi nasional sangat besar. Laju ekonomi kuartal I 2020 tercatat 2,97 persen atau terkontraksi 2,41 persen dibanding kuartal IV 2019. Kontraksi semakin dalam saat kuartal II ekonomi minus 5,32 persen. Hal tersebut sangat berdampak pada perusahaan dan juga hotel-hotel berbintang yang harus merumahkan karyawannya. 

Sekalipun ekonomi nasional diterpa covid-19, namun hal itu tidak berdampak signifikan terhadap KSP Kopdit Swasti Sari. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang bergerak di bidang pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat melalui pinjaman/ pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat ini semakin eksis bahkan di tahun buku 2020- 2021 pertumbuhan asetnya mencapai 1 triliun rupiah dengan skala penambahan anggotanya terus  meningkat 140 ribu anggota atau 22 persen. 

Ketika dihubungi teras-ntt.com via WhatsApp (WA), Rabu (13/10/2021) General Manager (GM) Kopdit Swastisari, Yohanes Sason Helan, A.Md mengatakan bahwa pada tahun buku 2020 pertumbuhan/ penambahan anggota baru mencapai 32 ribu orang (36%) dari sebelumnya tahun 2019 dengan jumlah anggota 88 ribu lebih hingga akhir tahun 2020 mencapai 112 ribu lebih. Sedangkan Aset atau kekayaan dari 700 miliar lebih, pada  akhir tahun 2020 mencapai 1 triliun rupiah (23%). Total Pertumbuhan tahun buku 2021 hingga 30 september, anggotanya mencapai 140 ribu (22%) dengan pertumbuhan Aset mencapai 11%. 

Keseimbangan antara produk simpanan dan pinjaman berdasarkan analisa pears atau kesehatan, kata Sason, sangat ideal yakni pinjaman beredar ditangan anggota mencapai 74%. Likuiditas sangat nyaman yakni 19% dari total aset. 

“Kemampuan anggota menyimpan dan meminjam di lembaga ini sangat diapresiasi walaupun covid-19 memporak porandakan dan melumpuhkan ekonomi dunia namun anggota KSP Kopdit Swasti Sari sangat mencintai lembaga ini sebagai pemilik. Kredit lalai masih sangat ideal. Mindset yang kami jalankan di lembaga KSP Kopdit Swastisari ini yakni merubah pola konsumtif, pola pesta-pesta, hura-hura ke pola usaha produktif sektor riil yang mendongkrak pendapatan ekonomi rumah tangga anggota. Terbukti tahun buku 2020 perguliran pinjaman sektor riil usaha produktif mencapai 200 miliar rupiah. Dan di tahun 2021 hingga september kredit/pinjaman sektor riil sudah mencapai 200 miliar lebih. Yang sangat-sangat membanggakan di lembaga ini adalah asetnya mencapai 1 triliun rupiah, tidak ada hutang pihak kedua, murni 100% milik anggota. Bahkan tahun buku 2020-2021 walaupun kondisi ekonomi dunia lesu termasuk di daerah-daerah yang memberhentikan tenaga honorer atau kontrak, KSP Kopdit Swasti Sari merekrut 180 karyawan baru membantu mengurangi pengangguran,”tandas Sason. 

Komentar