oleh

Anton Moti : Pungutan Sekolah Jangan Bebankan Orang Tua

KUPANG, teras-ntt.com — Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan peristiwa penikaman kepala sekolah hingga tewas oleh orang tua murid di Kabupaten Nagekeo. Hal ini merupakan buntut dari pungutan sekolah atau uang komite yang tidak mampu dibayar orang tua hingga siswa disuruh pulang.

Anggota Komisi 3 DPRD Nagekeo Antonius Moti memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan meminta agar pungutan sekolah tidak membebankan orang tua siswa.

” Kami dari Komisi 3 berharap supaya rujukan regulasi Permendikbud No 44 tahun 2012 menjadi pijakan dan landasan bagi semua daerah dalam mengelolah dunia pendidikan. Harus ada kebijakan pemerintah daerah apakah itu melalui Perbup dengan sebuah  skema baru, bahwa selain pendidikan kita didanai BOS, jika pada lembaga pendidikan itu belum cukup, maka harus bisa dibiayai dari APBD 2 apapun caranya, baik itu melalui BOSDa atau cara lain agar bisa membiaya hal – hal yang belum didanai sehingga tidak membebankan orang tua apalagi dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Ini harus ada solusi. Ini langkah yang paling baik yang harus dilakukan pemerintah,” kata Anton Moti saat dihubungi wartawan via ponselnya,  Rabu (16/6/2021).

Yang namanya regulasi memerintahkan kita untuk sumbangan sukarela seberapa mampu, tidak harus mengikat. Itu harapan kita. Ini langkah – langkah dan skema harus dibangun oleh pemerintah daerah, itu harapan kita sehingga mengurangi beban terhadap orang tua siswa apalagi yang miskin, yang susah. Pemerintah harus bisa menopang dan membantu membiayainya, lanjut Moti.

Komentar