by

Antisipasi Diare & DBD, Bagsos Kota Kupang Gelar Rakor

KUPANG, Terasntt.com —
Dalam rangka mengantisipasi Diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi saluran pernapasan (Ispa) Bagian Sosial Setda Kota Kupang menggelar rapat koordinasi di Aula Sasando, Senini (14/11/2016). Penyaki tersebut berpotensi menjadi wabah/ Kejadilan Luar Biasa (KLB).

Rakor tersebut dihadiri pula Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Lasiana – Kupang.

Panitia pelaksana, Ritha Lay mengatakan, bahwa rapat koordinasi merupakan program pemberdayaan kesejateraan sosial dengan mengevaluasi masalah – masalah sosial pada Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kota Kupang.

” Ini untuk mengevaluasi berbagai masalah sosial dengan tujuan agar berbagai program pemerintah terkait masalah sosial seperti kesehatan bisa teratasi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa pada tanggal 2 Agustus 2016, melalui surat Dinas Kesehatan dengan Nomor : 440, perihal Kewaspadaan Dini Terhadap Penyakit Diare, juga berdasakan evaluasi laporan Early Warning Alert and Respon System (EWARS ), bahwa telah terjadi kasus yang cukup Signifikan di Kota Kupang.

” Tanggal 20 Agustus, ada surat dari Dinas Kesehatan dan evaluasi laporan Ewars, banyak terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan, sehingga perlu kewaspadaan dini terhadap kejadian luar biasa akibat penyakit,” tegasnya.

Demikian juga, tanggal 19 Oktober 2016 melalui surat Dinas Kesehatan nomor 443, perihal Kewaspadaan terhadap DBD, juga menindaklanjuti surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur nomor 1758/879/X/2016, tanggal 6 oktober 2016 perihal kewaspadaan dini bidang kesehatan.

Sementara sesuai Laporan BMKG Lasiana – Kupang, bahwa pergesaran musim kemarau ke musim hujan telah dimulai di bulan Oktober dan puncaknya diperkirakan jatuh pada awal bulan November 2016.

“Melaui surat dinas kesehatan Kota Kupang yang menindaklanjuti surat dari Dinas Kesehatan Provinsi serta surat sari BMKG Lasiana – Kupang, sehingga harus ada kewapadaan semua pihak terhadap peningkatan kasus penyakit yang dapat menyebabkan KLB,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSUD S.K. Lerik, para Camat dan lurah se – Kota Kupang, serta para Kepala Puskesman Se – Kota Kupang, dengan pemateri langsg dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Kepala Stasiun Klitomologi kelas II Lasiana – Kupang.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengahasilkan rekomrndasi untuk langkah antisipasi yang konkret terhadap penyakit yang ditemukan di Kota Kupang agar jumlahnya dapat ditekan dan dicegah penyebaran dan peningkatannya.

Kegiatan ini juga lanjut Ritha, dapat menghasilkan rekomendasi langkah-langkah penanganan yang terintegrasi dan dapat dilaksanakan oleh semua pihak sehingga tidak sampai terjadi wabah/KLB.

” Diharpakan terus mensosialisasikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kupang melalui program Brigade Kupang Sehat dan Pelayanan Kesehatan Puskesmas di wilayah Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara Plt. Walikota Kupang, Yohana Lisapally, melalui Asisten I, Yos Rera Beka mengharapkan kiranya apa yang dihasilkan nanti dapat memberi nilai tambah terhadap seluruh upaya yang dilakukan.

“Semoga apa yang dihasilkan ini dapat berguna dan memberikan nilai tambah terhadap upaya meningkatkan taraf kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.(raf)

Comment

Berita Terbaru