Home Daerah Antisipasi DBD, Dinkes Minta Laporan Setiap Hari

Antisipasi DBD, Dinkes Minta Laporan Setiap Hari

582
0
SHARE
Foto : Rafael L. Pura

KUPANG, Terasntt.com — Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbahaya yang mengakibatkan kematian dalam waktu singkat hingga menimbulkan wabah. Dinas Kesehatan Kota Kupang secara rutin meminta laporan dari setiap puskesmas dan klinik yang ada.

Demikian kata Kadis Kesehatan, dr. Ari Widjana, usai mengikuti Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Badan Sosial Kota Kupang di Aula Sasando Lantai III, Balai Kota, Senin (14/11/2016).

” DBD merupakan penyakit berbahaya, bisa menyebabkan kematian dan menimbulkan wabah. Kami terus melakukan upaya penanggulangan agar penyakit ini dapat teratasi,” tegas Ari.

Tidakan penaggulangan dimaksud, lanjut Ari melalui SKD – KLB serta pemantauan laporan harian dari puskesmas, rumah sakit dan klinik yang ada di Kota Kupang, juga melakukan penyelidikan Epidemologi pada setiap kasus positif DBD yang diperole dari rumah sakit/klinik.

Selain itu, lanjut Ari Dinas Kesehatan juga telah melakukan penyuluhan melaui Radio, Posyandu, Kelurahan Siaga dan Penyuluhan Keliling.

” Kami selalu memantau laporan harian dari rumah sakit dan klinik, juga melakukan penyelidikan epidemologi dan penyuluhan melalui berbagai media,” katanya.

Lebih Lanjut, katanya Dinas Kesehatan Kota Kupang telah melakukan diagnosis dan pengobatan dini. Memberikan pengobatan pertama pada penderita yang ditemukan, terutama yang mengalami panas tanpa sebab dan segera merujuk penderita untuk pemeriksaan lebih lanjut ke unit layanan kesehatan terdekat.

Selain itu, dinas Kesehatan Kota Kupang telah membuka Posko Pelayanan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota 24 jam, menyediakan logistok Obat dan bahan penunjang penegakan Diagnosa serta bahan habis pakai.

” Selain memberikan penyuluhan melalui media seperti radio, Dinas Kesehatan juga memberikan Diagnosis dan pengobatan dini,” ujar Ari.

Selain itu, Dinas kesehatan telah melakukan pemberantasan vektor, dengan menabur ebate pada tempat – tempat penampungan air baik di rumah kasus maupun lingkungan sekitar yang positif jentik.

” Kami fokus pada daerah kasus yang memnuhi kriteria foging berdasarkan rekomendasi dari hasil penyelidikan epidemiologi,” tegasnya.(raf)

Berikan Komentar Anda.