oleh

Antisipasi Bencana, Pemkot Gelar Rakor

KUPANG, Terasntt.com — Dalam rangka mengantisipasi bencana alam, Pemerintah Kota Kupang menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama pihak terkait.
Kegiatan dimaksud untuk menyamakan presepsi dan kesepahaman dalam mengantisipasi bahaya bencana secara dini.
Demikian kata Walikota Kupang, Jonas Salean dalam sambutannya yang dibacakan
Asisten II, Djamal Mila Meha ketika membuka Rakor tersebut di ruang Sasando Balai Kota, Jumat (4/9/2015).
Mila Meha mengatakan, bahwa Rakor tersebut perlu dilakukan dalam kesempatan pertama, mengingat bencana alam dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa saja, sehingga kesiap – siagaan dalam mengantisipasi kejadian itu sangat diperlukan guna mengurangi resiko.
Mila Meha menjelaskan, langkah yang ditempuh melalui Rakor tersebut sangat bagus, sehingga semua pihak yang hadir agar lebih serius dalam mengikutinya.
” Saya ajak kita semua harus memaknainya sebagai sikap proaktif dan tanggung jawab dengan melakukan langkah antisipatif, pencegahan dan penanganan agar kelak terjadi bencana, kita semua sudah mempunyai pemahaman dalam mengatasinya,” kata Mila Meha. Menurut dia, saat ini sebagian daerah di Indonesia termasuk Kota Kupang mengalami bencana kekeringan akibat perubahan iklim (elnino).
” Maka penting bagi aparatur, masyarakat maupun seluruh stakholder agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana.
Kupang terindikasi mengalami dampak elnino yang berdampak pada aspek sosial masyarakat. Jangan kita menganggap remeh. Karena itu butuh penanganan serius agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala BPBD Kota Kupang, A.D.E. Manafe dalam laporannya mengatakan, Kota Kupang merupakan daerah yang tidak terhindar dari ancaman bencana, yang berdasarkan karakteristik, ancaman bencana di kota Kupang adalah longsor, angin kencang/puting beliung, banjir, kekeringan, kebakaran dan ancaman gempa tsunami serta bencana sosial berupa kerusuhan massa.
Menurut dia, sesuai data BMKG, musim kemarau di Kota Kupang pada tahun 2015 datangnya lebih awal yakni pada Bulan Maret sehingga menyebabkan sebagian Kota Kupang mengalami kekeringan.
Oleh karena itu, kata Manafe upaya Pemkot Kupang dengan menyiapkan kebijakan yang diarahkan pada pengurangan risiko bencana. Bertindak cepat pada saat terdapat potensi bencana dan pada saat terjadi bencana serta mampu membantu masyarakat untuk kembali bangkit dan pulih pasca bencana.
” Kita harap melalui Rakor ini dapat diperoleh rumusan-rumusan yang merupakan identifikasi permasalahan dan tantangan yang sedang dihadapai yakni musim kemarau panjang menyebabkan kekringan. Karena itu kita harap dapat membangun komitmen bersama untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana secara seimbang,” katanya.
Dia mengatakan, bahwa peserta rakor sebanyak 120 orang yang berasal dari pihak SKPD terkait, Instansi lintas sektor, camat, lurah, masyarakat/LSM dan organisasi tekni terkait di Kota Kupang. (Eja)

Komentar