Home Daerah Anggota Satgas Perbatasan RI – RDTL Tes Urin

Anggota Satgas Perbatasan RI – RDTL Tes Urin

849
0
SHARE
Foto : Yudith Taolin

KEFAMENANU, Terasntt.com — Dalam rangka memerangi narkoba, anggota Satgas Perbatasan RI – RDTL mengikuti tes urin. Hal tersebut dilakukan
Badan Narkotika Nasional Propinsi NTT agar anggota Sektor Barat Yonarmed 11 Kostrad dan lingkungan bebas dari narkoba. Dan juga mensosialisasikan dampak dan resiko hukum bagi pengguna narkoba.

Kepala BNNP NTT, Kombes Drs Sulistiandriatmoko M. Si mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi tersebut agar seluruh prajurit Kostrad yang bertugas di perbatasan RI – RDTL bisa lebih mengerti dan memahami akan bahaya narkoba.

” Pelaksanaan sosialisasi ini agar seluruh prajurit di perbatasan semakin memahami akan bahaya narkoba dan turut bekerjasama dengan semua pihak dalam penanganan kasus peredaran narkoba secara gelap yang makin marak terjadi di batas negara,” katanya.

Menurutnya, menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba merupakan perintah Panglima TNI, sehingga perlu diperangi semua pihak terutama anggota TNI. Jika terdapat anggota yang positif mengkonsumsi narkoba, maka sesuai perintah Panglima akan dipecat.

Sulis juga mengatakan, perhatian pemerintah pusat terhadap peredaran narkoba sudah sangat serius, karena peredarannya sudah sangat memprihatinkan.

Sebagai contoh, lanjutnya beberapa kasus keterlibatan anggota militer dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Usai sosialisasi narkoba kepada seluruh prajurit Armed 11 Kostrad, dilanjutkan dengan pemeriksaan urin.

Perintah tes urin ke setiap Satuan Tugas TNI oleh Panglima tertinggi menjadi tolak ukur indikasi seberapa jauh anggota TNI terlibat dalam dunia obat – obat terlarang seperti narkoba.

Keprihatinan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba selama inilah, hingga mendorong Komandan Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Barat Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman menggandeng BNNP NTT untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi narkoba sekagus tes urin bagi anggota.

Usman membenarkan kejadian di beberapa tempat yang melibatkan anggota militer, sehingga menurutnya perlu dilakukan sosialisasi dan tes urin untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi pada Satuan Tugasnya.

“Kegiatan sosialisasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba ini dilakukan, lantaran melihat situasi dan kondisi peredarannya sudah sangat memprihatinkan. Kejadian di beberapa tempat melibatkan anggota militer, sehingga kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mengantisipasi kejadian tersebut di Satuan Tugas kami. Apalagi saat ini Satuan Tugas kami sedang melaksanakan penugasan di perbatasan, yang kemungkinan bisa digunakan oleh oknum – oknum yang yang mempunyai kepentingan dalam peredaran gelap narkoba terhadap personil kami. Saya tetap sampaikan ke jajaran saya untuk tetap memperketat pemeriksaan dan pengendalian terhadap pelintas batas terutama yang ilegal. Karena wilayah perbatasan merupakan jalur yang sangat memungkinkan untuk masuk keluarnya barang – barang jenis narkoba,” tegasnya.

Melalui sosialisasi narkoba dan pemeriksaan urin ini diharapkan seluruh anggota Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Barat, Yonarmed 11 Kostrad betul – betul mengerti dan memahami bahaya narkoba serta turut bekerja sama dalam menangani kasus-kasus peredaran gelap yang terjadi di perbatasan.

Dalam sosialisasi bahaya narkoba tersebut, Kepala BNNP NTT, Sulis juga sempat mengulas berita – berita yang pernah dilansir sejumlah media bahwa perbatasan RI – RDTL merupakan jalur yang rentan terhadap masuknya narkoba dari negara lain. Dalam pemberitaan yang dilansir terdahulu, BNN berhasil mengungkap jaringan Narkoba Internasional yang menggunakan jalur perbatasan NTT – Timor Leste sebagai jalur transportasi Narkoba ke Indonesia. Narkoba yang masuk ke Indonesia itu, berasal dari India yang dikirim melalui Singapura – Dili Timor Leste – Kupang dan seterusnya dikirim ke Surabaya dan Jakarta. Dari hasil itu, BNN berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak 11 kg, dan enam pelaku pengedar narkoba yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sementara menjalani hukuman.(dit)

Berikan Komentar Anda.