oleh

Ampera Desak Polda NTT Tetapkan Tersangka Proyek Awololong

-Hukrim-11 views

Aliansi Mahasiswa menggelar demo di Mapolda NTT terkait kasus Awolong Lembata

Kupang, teras-ntt.com — Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Lembata-kupang menggelar aksi demo di depan Polda NTT, Sabtu (15/8/2020). Aksi dari 30-an orang tergabung dari lima aliansi Ampera Kupang, Front Mata Mera Makassar, PMKRI, LMND dan FMN Kupang ini mendesak pihak Polda segera menetapkan tersangka dugaan korupsi kasus proyek Awololong Lembata.

Aksi demo dengan titik start jalan Eltari, tepatnya di perempatan Polda ini berjalan kaki hingga depan Polda Nusa Tenggara Timur. Selama perjalanan para peserta menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara. Mereka berorasi terkait tindak korupsi atas pengerjaan proyek Awololong yang belum diusut tuntas.

Massa aksi ini menyoroti bagaimana ketegasan Polri untuk menindaklanjuti kasus Korupsi terhadap proyek Awololong, juga untuk menindaklanjuti sidang perkara tersebut pada tanggal 26 Mei 2020 lalu. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya surat pemberitahuan perkembangan penyelidikan yang mengungkapkan, bahwa telah terjadi tindak korupsi dengan bukti-bukti yang akurat. Setelah itu diikuti surat perintah dimulainya penyelidikan.

Akan tetapi sejak tanggal 24 Mei 2020 hingga saat ini masyarakat belum mengetahui perkembangan penyelidikan oleh penyidik guna menetapkan tersangka hingga digelarnya aksi demonstrasi.

Menurut kordinator Umum Ampera, Emauel Boli Labaona, saat ditemui di depan polda NTT mengatakan, bahwa kasus ini tidak akan ada demonstrasikan seperti ini apabila pihak penyelidik Polda NTT sudah mentapkan tersangka terkait tindak korupsi tehadap pengerjaan proyek Awololong di Kabupaten Lembata.
Selama ini lanjutnya, mereka terus memantau perkembangan kasus ini. Hingga mereka membantu mengumpulkan data bagi para penyidik untuk mempermudah mereka dalam melakukan penyelidikan. Namun hinggga saat ini mereka belum mengetahui penetapan tersangka terkait kasus tersebut.

” Kami hanya berjaga-jaga jangan sampai kasus pemerasan senilai Rp 20 juta terhadap anak dari tersangka kasus bawang merah di Malaka terjadi pada kasus kami juga. Kami hanya berharap tim penyidik bisa bersikap profesional, jangan kemudian menjadikan kasus Awololong ini untuk nanti memeras atau menacari “keuntungan” untuk kemudian kasus ini ditarik ulur, atau melindungi aktor intelektual dari pada kasus ini,” tegasnya.

Selain berorasi mereka juga membawa serta benerapa poster yang bertuliskan, “ Penyidik Jangan Masuk Angin, Tuntaskan Dugaan Korupsi Awololong, SP2PHP Sudah Terbit Kapan Polda NTT Tetapkan Tersangka? dan Polda NTT Jangan jadi sapi ompong”.Tulisan pada poster ini menggambarkan kegeraman mereka karena terhadap tim penidik yang belum menetapkan tersangka kasus korusi proyek Awololong.

Aliansi Mahasiswa menggelar demo di Mapolda NTT terkait kasus Awolong Lembata

Menurut mereka selama ini secara kasat mata telah terjadi realisasi anggaran 85% namun proges fisik hanya 20% , mereka berani mengatakkan hal tersebut dikarenakan telah mengantongi bukti-bukti yang kuat dan sebelum tim penyidik Polda melakukan penyelidikan.

Peserta aksi dan msyarakat Lembata berharap agar pihak penyelidik bisa lebih profesional, tegas dan cepat dalam menetapkan tersangka serta diharapka saat melakukan penyelidikan tim penyidik diawasi secara ketat toleh pihak Mabes Polri, KPK dan lembaga negara lainnya. Agar dalam tempo yang sesingkat ini tersangka kasus korupsi segera ditetapkan.(rg)

Komentar

Berita Terbaru