Home Daerah Cipayung NTT Desak DPRD panggil Kapolda

Cipayung NTT Desak DPRD panggil Kapolda

526
0
SHARE
  • Kupang, Terasntt.com – Berbagai Organisaai yang tergabung dalam organisasi Cipayung mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), agar segera memanggil Kapolda NTT, untuk menjelaskan aksi penganiayaan terhadap aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kamis (14/12/2017).

Tuntutan ini disampaikan aktivis yang tergabung dalam Organisasi Cipayung kota Kupang di Aula Kelimutu DPRD NTT, Senin (18/12/2017).

“Kami minta agar DPRD NTT segera memanggil Kapolda NTT agar bisa bertatap muka dengan kami, untuk menjelaskan alasan pemukulan terhadap aktivis GMNI Yohanes Ndawa (24-red),” kata Koordinator Lapangan Adrianus Olvin Goleng.

Menurutnya, pihak kepolisian sebagai penjaga keamanan, dalam kondisi apapun tidak boleh melakukan kekerasan fisik terhadap aktivis.

“Polisi sebagai penjaga keamanan, tidak boleh melakukan kekerasan terhadap para aktivis yang berunjuk rasa. Apalagi keluar dari barisan dan memukul para aktivis. Kami sangat menyesali tindakan ini,” katanya.

Ia menambahkan, kasus pemukulan ini bukan pertama kalinya. Dalam bulan yang sama, terjadi pemukulan terhadap aktivis PMKRI cabang Ruteng, kabupaten Manggarai, sewaktu melakukan aksi.

“Dan kini terjadi lagi pemukulan terhadap aktivis GMNI. Sepertinya oknum kepolisian menjadikan momen unjuk rasa kami sebagai sebuah tindakan anarksi,” jelasnya.

Mercy Angelina Piwung, anggota DPRD NTT dari Fraksi Hanura menyatakan apresiasi mendalam terhadap sikap Organisasi yang tergabung dalam Cipayung kota Kupang.

“Sebagai anggota DPRD NTT, kami sangat menghargai aspirasi dari aktivis yang tergabung dalam Cipayung. Saya akan menyampaikan ke pimpinan kami, agar segera mengambil jalan keluar dari situasi ini,” jelas Angelina.

Ia menambahkan, saat ini sebagian besar anggota DPRD NTT melakukan reses. Sehingga terhadap janji pemanggilan Kapolda, dirinya belum bisa memberikan informasi yang pasti.

“Saya akan menyampaikan pernyataan sikap ini ke pimpinan kami, tapi tentu beliau yang akan menentukan langkah selanjutnya. Saat ini memang kami agak sibuk. Namun mudah-mudahan kami bisa memberikan jalan keluar dalam waktu dekat.” terangnya. (rafael l pura)

Berikan Komentar Anda.