Home Nasional Akrab NTT Kecam Aksi yang Mengatasnakan Agama

Akrab NTT Kecam Aksi yang Mengatasnakan Agama

812
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — Aksi Rakyat Bersatu Nusa Toleransi Tinggi (Akrab NTT) menolak dan mengecam sikap ekstrim orang yang mengatasnamakan agama. Sikap tak terpuji itu harus dilawan untuk mempertahankan NKRI.

“ Kami meminta, Negara jangan tunduk pada kekuatan – kekuatan ekstrim fundamentalis, apalagi yang mengatasnamakan agama. Dalam urusan bernegara, baiklah isu SARA tidak dibawa – bawa. Hal ini telah mengusik hati nurani kami,” demikian pekik massa Akrab NTT saat mendatangi kantor Gubernur NTT, Selasa (8/11/2016) siang.

Massa Akrab yang elemen Parade NTT, GMNI cabang Kupang, Bara JP NTT, Lentera Hati Kupang, Hipmatim Kupang, Himper Kupang, Permahi Kupang, Iman Kupang, Hikmas Kupang, Parmaperu Kupang, Ikmar Kupang, Ama Pai Kupang, Bara Care Kupang dan F Prodem K NTT ini diterima Karo Humas NTT, Semuel Pakereng.

Sebelum menyerahkan pernyataan sikap, massa sempat berorasi dan meminta Pemerintah tidak terpengaruh dan tunduk pada sikap ekstrim yang dipertunjuhkan kelompok tertentu.

Aksi damai yang dipimpin Marianus Lodwick Dea itu menyampaikan tujuh sikap, yakni mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan atas nama agama dalam bentuk apapun, mengutuk penggunaan isu SARA untuk mencapai kepentingan politik dalam bentuk apapun dan menyerukan penghentian isu SARA dalam seluruh praktek kehidupan berbangsa sekarang juga, Adili dan bubarkan organisasi – organisasi fundamentalis dan radikal yang berjubahkan agama. Organisasi-organisasi itu adalah kelas lumpen proletariat yang menggerogoti sendi – sendi kehidupan rakyat.
Membiarkan keberadaan mereka, justru telah menciptakan Negara Fasis, Adili dan bubarkan Front Pembela Islam (FPI). FPI bukan representatif Umat Islam. Dalam berbagai aktivitasnya, FPI justru melakukan berbagai tindakan kekerasan, menggunakan isu SARA untuk menghancurkan Persatuan Nasional.
Dalam pandangan kami, Umat Islam sejati di seluruh belahan dunia Cinta Damai, memiliki toleransi yang tinggi, menghargai berbagai perbedaan dan anti kekerasan, Tangkap dan adili Ahmad Dhani, musisi kerdil dan dangkal yang tidak menghargai kebhinekaan, yang melakukan penghinaan terhadap presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dalam aksi 4 November, menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia dan Rakyat NTT secara khusus untuk tidak terpancing dengan berbagai isu SARA yang dihembuskan, termasuk dalam menyikapi situasi nasional dengan tetap menunjukan jati diri rakyat NTT sebagi rakyat yang menghargai perbedaan, rakyat yang tetap bersatu dalam perbedaan. NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi, menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia dan Rakyat NTT secara khusus untuk tetap menjaga Persatuan Nasional, tetap memupuk semangat solidaritas dan persaudaraan, tetap memupuk semangat Cinta Kasih, tetap memupuk semangat solidaritas antar umat beragama. NTT adalah Kebhinekaan, Kebhinekaan adalah NTT.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.