oleh

Akibat Covid-19 Pedagang Pasar Di Kupang Mengaku Kehilangan Omset

Pedagang sayur di Pasar Penfui Kupang

Kupang, teras-ntt.com — Akibat pandemi covid-19 sebagian pedagang pasar di Kota Kupang mengaku kehilangan omset. Bahkan banyak juga yang menutup jualan akibat sepuh pembeli.

Pantauan teras-ntt.com Ibu Oki penjual sayur – mayur asal Pasir Panjang di Pasa Oeba, Rabu (21/10/2020) duduk termenung mendang sayur yang mulai layu di atas lapak jualannya.

” Sejak pandemi Covid kondisi kami sepih seperti ini. Kami kehilangan omset, bahkan ada pedangan juga yang bangkut hingga tutup jualannya,” ujanya.

Demikian juga Mery dan Yolan rekan Oki mengaku sejak pagi hingga siang hari sayur mereka tidak laku, sehingga harus dibawa pulang dan akan dijual kembali esok hari jika ada yang rusak dibuang atau untuk makanan ternak.

Sementara di Pasar Penfui juga hampir se.ua pedang mengalami hal yang sama. Para pedagang mengaku hasil jualan menurun karena sepihnya pembeli di pasar itu, banyak lapak yang sudah tidak digunakan lagi akibat pedagangnya bangkrut. Mereka mengaku faktor utama sepihnya aktivitas pasar merupakan efek dari Covid-19 serta imbauan pemerintah agar warga tidak lagi berada di keramaian.

” Rata – rata omset harian pendagang turun hingga di bawah 50% ,” kata Yustan Stelen salah satu penjual sayur di pasar Penfui Kupang ini.

Menurutnya sangat perbedaan pendapatan sangat signifikan sebelum dan setelah virus Corona melaada dunia.

” Beda karena sebelum Covid-19 pembeli cukup rame. Covid-19 ini membuat pendapatan berkurang. Sebelum covid keuntungan saya setiap hari berkisar Rp 150.000 – 200.000 dan pada umumnya dagangan sayur saya habis. Saat ini sangat sepih dan banyak sayur tersisa, bahkan rusak akibat tidak laku. Kami banyak bertahan hingga malam di pasar agar modal kami bisa kembali,” ungkapnya.(fn).

Komentar

Berita Terbaru