by

Akhirnya Masyarakat Benain Nikmati Air Bersih

Kefamenanu,  Terasntt. com — Pergumulan masyarakat Desa Benain B,  Kecamatan Bikomi Utara,  Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) agar bisa menikmati air bersih akhirnya tejawab. Inovasi dan kreasi kepala desa setempat, Yulius Kolo melalui googling berhasil membangun jaringan air bersih memanfaatkan tenaga surya.

Dan untuk kepentingan pelayanan pemerintah desa setempat menganggarkan dana desa tahun anggaran 2017 sebesar Rp 400 juta lebih untuk membangun jaringgan bagi 117 kk dan akhirnya bisa mengatasi kebutuhan rumah tangga,  MCK juga budidaya tanaman pekarangan serta apotik dan dapur hidup.

Ketika meresmikan hasil kerja keras masyarakat ini,  Kamis (16/2/2018) Bupati TTU, Raymunuds Sau Fernandes, mengajak masyarakat desa setempat untuk melakukan gerakan menanam pohon di sekitar sumber air dan memerintahkan penghentian tebas bakar.

“Masyarakat desa Banain B dan desa sekitar, kiranya tetap menjaga kelestarian sumber air agar persediaan air tanah bertahan lama. Hentikan kebiasaan tebas bakar dan mulailah menanam tanaman umur panjang terutama Jabon untuk pensiun petani. Pekarangan juga harus ditanami tanaman produkftif, seperti sirih, pinang, sayuran dan lainnya, ” katanya.

Fernandes juga menginginkan status tanah sekitar sumber air menjadi aset pemerintah.

“Status tanah sekitar sumber air diusahakan menjadi milik pemerintah desa karena jika masih berstatus hak milik perorangan maka akan berpotensi terjadi penyerobotan atau pengrusakan yang bisa mengancam ketersediaan air,” ungkap Fernandes.

Sementara Yulius Kolo kepada media ini menjelaskan sejak tahun 2014 hingga 2016 desanya mengalami kekeringan hebat. Selama tiga tahun masyarakat desa Banain B membeli air dari kota dengan harga yang sangat mahal. Namun melalui suatu perencanaan yang baik, dengan menggunakan jasa para profesional dan gotong royong masyarakat desa, akhirnya pembangunan jaringan air bersih berhasil dikerjakan.

“Motivasi awal pengelolaan air minum ini karena di desa ini pada khususnya dan Bikomi Utara umumnya mengalami kekeringan hampir setiap tahun. Dapat dijelaskan bahwa sejak tahun 2014 hingga 2016 desa ini mengalami kekeringan hebat. Semua mata air kering, masyarakat terpaksa membeli air dari kota dengan harga per tanki Rp 250 – 300 ribu sementara per drum RP 15 ribu”, jelas Yulius.

Lebih lanjut dijelaskan,  bahwa awalnya iai berinisiatif untuk melakukan pengeboran (sumur bor). Namun  ketiadaan tenaga ahli dan teknis, akhirnya dilakukan pengerukan mata air tahun 2016.

” Di luar dugaan, airnya diperoleh. Air kemudian dipompa menggunakan pompa tenaga surya ke bak Reservoar di ketinggian baru dibagi dengan perpipaan menggunakan teknik grafitasi ke seluruh warga desa Banain B, C dan A. Beda ketinggian antara sumber air dan Reservoar 40 meter dengan elevasi kurang lebih 250 meter. Sekarang ini total warga yang kebagian manfaat pembangunanmjaringan air bersih ini ada 122 KK ,” katanya.

Acara pengresmian diawali dengan ritual adat sebagai suatu ungkapan syukur kepada sang khalik Agung dan semesta raya seraya memohon agar kiranya air ini berdayaguna untuk kemaslahatan umat manusia khusus warga yang akan memanfaatkannya. Sedangkan syukuran keagamaan akan dilakukan dalam bentuk intensi misa pada hari Minggu.

Dalam kesempatan dialog dengan Bupati Fernandes masyarakat mengaku sangat bersyukur lantaran satu masalah serius yang dialami selama tiga tahun sudah teratasi.(dit)

Comment

Berita Terbaru