oleh

Akhir Masa Jabatan, Risma Banggakan Keberhasilan

Jakarta, CNN Indonesia — Tri Rismaharini hari ini resmi melepas jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya karena masa jabatannya telah berakhir. Saat berpamitan pada pejabat dan pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Surabaya, Risma membanggakan kota yang dipimpinnya selama lima tahun terakhir sudah dipandang dunia.
Pernyataan pamit tersebut disampaikan Risma saat memimpin apel, Senin (28/9) pagi di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya. Dalam pidatonya, Risma berpesan agar seluruh PNS tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Saya berdua, secara pribadi serta keluarga dan Pak Wawali (Wakil Wali Kota) menyampaikan terima kasih atas support semuanya maka sekarang ini Surabaya menjadi salah satu kota yang bisa dipandang dunia,” kata Risma seperti diberitakan Detik.com, Senin (28/9).
Lima tahun jadi orang nomor satu di Kota Pahlawan, Risma mengklaim telah menjalankan pemerintahan serta pembangunan yang banyak mendapat penghargaan nasional dan internasional. Pencapaian yang diakuinya didapat karena bantuan seluruh jajarannya.
“Tidak mungkin kami bisa melakukan semua itu dan saya selalu sampaikan ketika terima penghargaan nasional dan internasional,” katanya.
Surabaya selama ini menurutnya juga ditunjuk Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai kota yang menyelenggarakan pilkada berintergritas.
Karena itu ia tak ingin penunjukan ini ternoda saat pilkada serentak pada Desember mendatang. Dalam pilkada nanti, Risma bersama wakilnya saat ini Whisnu Sakti Buana kembali mencalonkan diri. Mereka akan bersaing dengan pasangan Rasiyo – Lucy Kurnasari.
Risma meminta kepada seluruh pejabat dan PNS Surabaya untuk tidak membantu dirinya dalam Pilkada nanti dengan cara yang tidak pantas.
“Saya mohon dengan sangat tolong jangan lakukan hal-hal yang merugikan Anda dan keluarga tolong jangan lakukan. Saya titip pesan tolong jaga integritas, tolong jangan berubah,” katanya.
Usai apel, keduanya menyalami satu persatu peserta apel yang dihadiri pejabat, kepala dinas dan seluruh karyawan di lingkungan pemkot.
Sebelumnya saat menggelar acara di rumah dinasnya, Risma juga membanggakan keberhasil Kota Surabaya selama lima tahun terakhir.
Salah satunya adalah dicapainya target pendapatan asli daerah dari semula 82,32 persen menjadi 94,76 persen. “Jika sesuai RPJPM, pencapaian yang kita dicapai selama 5 tahun saya, lebih dari target yang dicanangkan,” kata Risma.
Hingga September ini, perolehan pajak daerah Surabaya menurutnya mencapai 76,32 persen atau rata rata 8 persen per bulan. Angka ini jauh di atas target yang ditetapkan. Sementara untuk restribusi telah mencapai 94 persen.
Meski menyampaikan sejumlah pencapaian, Risma mengakui jika ada pekerjaan yang belum selesai hingga akhir masa kepemimpinannya. Misalnya, ia mencontohkan, permasalahan Pasar Turi, BPJS Kesehatan serta pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tak bisa mendapatkan dana bantuan operasional daerah karena terkendala dengan badan hukum.(CNN)

Komentar