oleh

Air Mata Bahagia Ibunda Wilfrida Soik

ATAMBUA, Terasntt.com — Maria Kolo ibunda Wilfrida Soik saat ditemui di rumah bapak angkat anaknya Frida sapaan Wilfrida Soik di Anao Loro, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Selasa (24/08/2015) tak menyangka anaknya dibebaskan dari hukuman mati.
Sambil meneteskan air mata, Kolo yang didampingi bapak angkat anaknya, Kornelis Bere Mau berulang kali mengucapkan berterima kasih kepada Tuhan dan semua pihak yang turut berjuang hingga anaknya tidak terbukti membunuh majikannya seperti yang didakwakan.
Sambil mengusap air mata, Kolo menuturkan, selama ini batinnya tersiksa mengingat anaknya Wilfrida yang divonis hukuman mati.
”saya pikir saya tidak bisa bertemu lagi dengan Frida, saya menangis terus kalau ingat Frida” katanya dengan linangan air mata.
Demikian juga, Bere Mau mengatakan keluarga besar mereka sangat berbahagia dengan berita menggembirakan itu.
” kami keluarga besar sangat bahagia mendengar anak kami Frida dibebaskan. Tidak ada kata yang bisa kami ucapkan selain ucapan terimakasi yang banyak pada pemerintah Indonesia, dan juga semua pihak yang telah membantu baik dengan pikiran maupin tenaga, material maupun doa hanya Tuhan yang bisa membalasnya. Saya baru dapat telepon pukul 13.00 wita tadi, katanya Wilfrida sudah bebas, saya tanya dari mana dia bilang saya wartawan dari Australia, dia bilang bapak mau datang Malaysia atau tidak, saya hanya bilang kalau ada yang bisa bantu saya siap setiap saat untuk jemput anak kami,” ujarnay dengan mata berkaca – kaca.
Bere mau, berharap agar pemerintah Kabupaten Belu bisa menfasilitasi keluarga menjemput Wilfrida.
”Sudah lama kami tidak liat Frida kami rindu dengan dia,” ujarnya.
Bere Mau berjanji, jika Frida tiba di kampung halamannya keluarga besar akan berdoa bersama untuk mensyukuri kepulangan anak mereka.
Untuk di ketahui Wilfrida Soik TKW asal Kabupten Belu terdakwa kasus pembunuhan majikannya di Malasya tahun 2010 dan divonis hukuman mati di pengadilan Radja Malaysia.(Ino)

Komentar