Home Nasional 80 Persen narkoba masuk ke Indonesia lewat pelabuhan

80 Persen narkoba masuk ke Indonesia lewat pelabuhan

648
0
SHARE
BNN dan Bea Cukai sita 270 kg sabu. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com – Mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (purn) Benny Mamoto mengatakan, peredaran narkoba di Indonesia lebih banyak dilakukan melalui jalur laut dengan pintu masuk dan keluar di pelabuhan.

“Dari laut itu bisa muat ratusan kilogram. Sehingga 80 persen masuknya narkoba dari China dan Timur Tengah itu melalui laut,” kata Benny dalam diskusi bertajuk Hitam Putih Pemberantasan Narkoba di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).

Benny menuturkan, pengecekan dan pengawasan pelabuhan yang lemah menjadi celah bagi pelaku bisnis narkoba untuk mendistribusikan barang haram itu. Dari sekian banyak truk kontainer yang masuk ke pelabuhan, hanya sekitar 15 persen saja yang dilakukan pengecekan. Pengecekan itu pun diakui secara random.

“Kalau semua diperiksa enggak mungkin petugasnya. Bisa kewalahan, ada kemungkinan mereka edarkan jalur legal bukan jalur tikus lagi itu,” jelasnya.

Menurut Benny, biasanya para pelaku memanfaatkan koperasi yang ada di terminal dan kedekatan dengan aparat berwenang. Sehingga mereka bisa memanipulasi data untuk melancarkan arus distribusi peredaran narkoba. “Dengan kedekatan aparat itu proses menjadi lancar,” katanya.

Dia menyebut beberapa pelabuhan dengan tingkat pengawasan lemah, di antaranya pelabuhan Belawan, Tanjung Mas Semarang, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya dan kawasan Sulawesi. “Saya katakan itu ada celah. Itu jalur formal tapi bisa juga diselundupkan,” ungkapnya.

Selain melalui pelabuhan, lanjut Benny, penyelundup narkoba juga kebanyakan melalui jalur udara, namun jumlahnya tak sebanyak laut karena porsinya yang lebih kecil.(noe)

Berikan Komentar Anda.