by

80 Persen Anak Indonesia Alami Masalah Sosial

KUPANG, Terasntt.com – Diperkirakan 80 persen anak Indonesia mengalami masalah kesejahteraan social. Menyikapi persoalan itu, Dinas Sosial (Dinsos) NTT menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penangan kasus anak di NTT.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Provinsi NTT, Welhelmus Foni saat membuka kegiatan Launching SOP penanganan kasus anak dan training on child protection and child rights di hotel On The Rock Kupang, Senin (23/5).
” Kalau berdasarkan informasi nasional ada 2,2 juta anak di Indonesia tahun 2015 bermasalah dan 80 persen diantaranya mengalami masalah kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Untuk penanganan masalah itu, diperlukan adanya sinkronisasi pemahaman sebagai rujukan bersama melalui SOP.
” Perlu dilakukan sinkronisasi pemahaman, agar hal ini menjadi rujukan bersama melalui SOP, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, pemerhati, LSM dan steakholder lainnya untuk kita sama-sama menangani masalah anak,” katanya.
Persoalan yang menimpa anak lanjutnya, keluarga memiliki peran kunci dalam penyelesaiannya.
” Keluarga adalah ikatan bathin, bapak, ibu dan anak, tempat pertama untuk menyelesaikan masalah anak, Kalau belum mampu mengurusinya kita berikan kepada lingkungan sosial terdekat, kepada kakak, adik dan saudara lainnya. Kalau belum juga maka kita berikan pada pengasuh tetapi kalau tetap tidak mampu maka kita berikan kepada panti selama 120 hari determinasi akhir maka akan dikembalikan ke pihak keluarga,” terangnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini diperkirakan 770 ribu anak tergolong bermasalah kesejahteraan social. Ia berharap SOP yang dihasilkan Dinsos NTT dapat diadikan sebagai landasan hukum dalam penanganan masalah anak di NTT. (her)

Comment

Berita Terbaru