oleh

577 ODP Covid-19 NTT Selesai Masa Pemantauan

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dalam siaran pers di Biro Humas Gedung Sasando, Kamis (16/4/2020) malam.

Kupang, teras-ntt.com — Update data dari
22 Dinas Kesehatan kabupaten / kota se NTT hingga Kamis, 16 April 2020 pukul 21.00 Wita jumlah ODP dan PDP sebanyak 1390 orang. Sebanyak 577 ODP selesai masa pemantauan. Ada 12 ODP yang dirawat. 767 orang menjalani karantina mandiri dan jumlah ODP saat ini sebanyak 779 orang. PDP sebanyak 32 orang dan PDP yang sedang dirawat sebanyak 12 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 55, ada 36 sampel negative, 1 sampel positif dan 19 sampel belum ada hasil.
“ Kita berdoa agar ODP dan PDP juga 1 pasien yang positif terpapar virus corona di Provinsi NTT segera sembuh,” kata juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dalam siaran pers di Biro Humas Gedung Sasando, Kamis (16/4/2020) malam.

Pada kesempatan itu juga, Marius meminta segenap masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bergandengan tangan dan bekerja sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT.

“ Mengingat dampak ekonomi yang begini besar dan dampak sosial dari penyebaran virus corona maka dibutuhkan suatu kesadaran bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” katanya.

Menurut Marius, dalam banyak kesempatan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi (JNS) mengharapkan agar seluruh masyarakat NTT dapat mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh WHO maupun otoritas pemerintah.

Dr. Marius Ardu Jelamu,M.Si

“ Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur mendorong seluruh masyarakat NTT untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan baik itu organisasi kesehatan dunia WHO maupun oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dengan cara memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Tentu kita menjamin keselamatan diri kita sendiri dan juga keselamatan kesehatan bagi 5,4 juta penduduk NTT,” tandas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Dijelaskan, Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten / kota sedang berupaya keras untuk menangani dampak Covid-19. “ Perlu kami jelaskan upaya pemerintah dalam menangani Covid-19 dengan dampak-dampaknya itu dibutuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat. Karena memang saat ini yang selalu kami sampaikan ekonomi global, ekonomi internasional sedang stagnan, sedang tidak berkembang. Semua ini tentu akan berdampak kepada kehidupan ekonomi dan sosial dari seluruh masyarakat kita di Provinsi NTT,” ujarnya.

Ikut hadir mendampingi juru bicara gugus tugas Covid-19, Ike Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK). (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT/m45)

Komentar