oleh

45 Guru SD dan SLTP Adonara Tengah Mengikuti Workshop Bos Online

Ketua Tim Koordinator Data  Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Vincent Leba saat memberikan penjelasan kepada peserta pelatihan

Adonara, teras-ntt.com — Sebanyak 45 guru SD dan SLTP se-Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur mengikuti workshop pengelolaan keuangan sekolah dan sistem pelaporan Dana Bantuan Opersional Sekolah ( Bos) secara online. Kegiatan tersebut berlangsung di SDI Kenotan, Jumat (26/6/2020).

Ketua Tim Koordinator Data pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Vincent Leba dalam arahannya mengatakan, pengelolaan data pendidikan sangat penting karena melalui data semua kebutuhan sekolah bisa terakomodir, walaupun hampir setiap tahun regulasinya terus berubah sesuai sistem pengelolaan keuangan negara. Karena itu, lanjut Vincent para kepala sekolah selaku penanggung jawab pada satuan pendidikan diharapkan selalu menyesuaikan dengan regulasi yang dimaksud.

Salah satu perubahan yang mendasar dalam pengelolaan keuangan sekolah tahun 2020 termuat dalam Permendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis penggunaan dana Bos sebagaimana telah diubah ke dalam Permendikbud nomor 19 tentang penggunaan Dana Bos dalam masa covid- 19.

Karena itu lanjut Vincent, diharapkan dalam membuat perencanaan sekolah, para kepala sekolah, dewan guru dan stekholder terkait dalam unit sekolah bisa mengikutinya secara baik dan akurat.

Dijelaskannya, sebelum membuat perencanaan belanja barang dan jasa, atau pengembangan sarana dan prasarana pada satuan pendidikan, sekolah harus mengawalinya dengan melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS ) secara baik dan selanjutnya dituangkan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah ( RKJM) dan realisasinya pencapaiannya secara bertahap melalui Rencana Kerja Tahunan( RKT) sekolah.

Pendampingan terhadap peserta pelatihan

” Dan kalau landasan ini diperhatikan secara baik dalam perencanaan oleh sekolah dan segenap komponen sekolah maka semua sasaran program pendidikan baik dalam bentuk bantuan dan sejenisnya yang diharapkan oleh lembaga satuan pendidikan bisa terpenuhi,” lanjutnya.

Kegiatan yang berlangsung 1 hari ini para peserta didampingi untuk menyelesaikan data sekolah yang belum valid secara laporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) berbasis aplikasi RKAS online.(bes)

Komentar

Berita Terbaru