oleh

273 Pemilik Hak Suara di SS GMIT Disahkan

BA’A.Terasntt.com —
Sidang Sinode Gereja Masehi Injil di Timor (SS GMIT) memasuki hari kedelapan. Senin (28/9/2015) mulai digelar pleno hasil sidang untuk 10 komisi. Pleno pertama adalah Komisi J yang membahas tentang laporan panitia pemilihan.
Dalam keterangan yang diterima dari Seksi Humas dan Publikasi SS GMIT disebutkan, dalam pleno tersebut, Majelis Ketua Persidangan (MKP) pun mengesahkan pemilik hak suara yang berjumlah 273 orang. Sebanyak 273 pemilik hak suara itu berasal dari Majelis Sinode sebanyak 9 orang dan sisanya dari 44 klasis di lingkup pelayanan GMIT. Setiap klasis mempunyai enam suara, sehingga totalnya sebanyak 264 orang.
Meski demikian, dalam pleno tersebut ternyata baru 255 orang. Masih 18 orang yang belum hadir. Ada beberapa yang belum tiba di Rote, ada juga yang sakit dan izin.
Ketua Komisi J, Pdt. Fransina Faot-Ledoh mengatakan nama-nama pemilik hak suara tersebut diambil berdasarkan surat dari klasis-klasis yang ditandatangani ketua majelis klasis. Selain itu, nama-nama itu juga didasarkan pada bukti fisik absensi peserta sidang sejak tanggal 20 September lalu.
Setelah nama-nama tersebut dibacakan, selanjutnya atas persetujuan peserta sidang, MKP mengetuk palu menetapkan 273 pemilik hak suara tersebut.
Kemudian, pleno dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama calon majelis sinode.
Rapat pleno berlangsung alot karena banyaknya tanggapan peserta sidang.
Pdt. Yonas Nenabu dari Klasis SoE meminta agar nama-nama calon yang didukung klasis-klasis dimunculkan. Dengan begitu peserta juga mengetahui calon-calon yang gugur.
Pdt. Ishak La’a juga meminta calon-calon hadir dalam sidang. Selain agar dikenal oleh para peserta, juga para calon harus mengetahui hasil pembahasan dalam persidangan. “Beberapa calon yang tidak hadir dalam sidang padahal nanti mereka kerjakan apa yang kita rapatkan. Jangan sampai mereka tidak tahu apa yang kita sepakati,” kata dia.
Sementara itu, Pdt. Yohanis Ratu dari Klasis Kota Kupang mengajukan protes kepada panitia pemilihan, karena ada presbiter yang ditahbiskan hanya untuk kepentingan sidang sinode. Menurutnya, pentahbisan presbiter itu mesti didasarkan pada panggilan pelayanan, bukan karena untuk kepentingan pemilihan dalam sidang sinode. “Ini sudah keluar dari Tata Gereja,” kata Pdt. Yohanis.
Pdt. Iswardy Lay juga mengajukan protes kepada panitia pemilihan karena melakukan pengelompokan berdasarkan kepakaran khususnya untuk calon anggota majelis sinode.
Pdt. Ardy mengajukan protes karena sebelumnya panitia pemilihan hanya meminta jemaat dan klasis mengusulkan empat nama calon anggota. Tidak berdasarkan kategori kepakaran. “Jadi nanti kita pilih empat calon suara terbanyak, nanti majelis sinode yang baru yang akan menentukan siapa bertugas untuk apa. Bukan langsung membuat kategori kepakaran di bidang pendidikan, politik dan sebagainya,” kata pendeta asal Klasis Rote Barat Laut itu.
Menanggapi berbagai pertanyaan peserta, Ketua Panitia Pemilihan Majelis Sinode, Pdt. Emr. Yance Nayoan mengatakan sebagai panitia, pihaknya sudah menyampaikan laporan lengkap kepada Majelis Sinode. Oleh karena itu, panitia tidak perlu lagi mencantumkan nama-nama calon yang gugur. “Ada 180-an nama calon yang diusulkan. Kemudian kami seleksi dan dapatlah 38 calon ini. Dan laporan lebih rinci sudah kami sampaikan ke MS,” kata Pdt. Yance.
Ia menyebutkan, dalam usulan calon tersebut, ada beberapa nama yang diusulkan untuk lebih dari satu jabatan. Selanjutnya, panitia berkonsultasi dengan calon tersebut untuk memilih jabatan yang disukainya.
Sekretaris Panitia Pemilihan, Emi Nomleni menambahkan, panitia bekerja berdasarkan aturan pokok pemilihan, yang juga dipakai saat Sidang Sinode XXXII di Naibonat, Kupang. Oleh karena itu, soal kategori kepakaran yang dibuat panitia, itu sudah diatur dalam aturan pokok tersebut. “Kami hanya panitia, sehingga mau dihapus juga ok. Jadi memilih sesuai perengkingan. Tergantung sidang,” katanya.
Namun akhirnya MKP tetap mengesahkan hasil kerja panitia tersebut, dan tidak ada perubahan. Sedangkan terkait presbiter yang baru ditahbiskan untuk kepentingan pemilihan, menurut Nomleni, hal tersebut di luar tanggungjawab panitia pemilihan. Panitia pemilihan hanya mengurusi proses pencalonan. Soal pentahbisan adalah urusan majelis jemaat dan majelis klasis. “Soal presbiter itu kami anggap selesai di tingkat jemaat, karena kami adalah
panitia pemilihan majelis sinode,” kata mantan anggota DPRD NTT itu.
Untuk diketahui, sesuai jadwal persidangan, pada 1 Oktober nanti, agenda sidang adalah pemilihan Majelis Sinode, mulai dari ketua hingga anggota-anggota. Sebanyak 273 peserta sidang, pemilik hak suara, akan memilih sembilan majelis sinode. Kesembilan orang itu, yakni satu ketua sinode, satu wakil ketua, satu sekretaris, satu wakil sekretaris, satu bendahara dan empat anggota. Keempat anggota itu nantinya akan membidangi masalah politik, pendidikan, ekonomi dan hukum.***laurens leba tukan

Berikut nama-nama Calon ketua sinode GMIT Periode 2015-2019

1. Pdt. Benjamin Nara Lulu, M.Th
2. Pdt. Dr. Merry L.Y. Kolimon
3. Pdt. Dr. Mesakh A. P. Dethan

Calon wakil ketua:
1. Pdt. Agustina Oematan-Litelnoni, S.Th
2. Pdt. Bendelina Doeka-Souk, MM
3. Pdt. Boy Robert Takoy, S.Th
4. Pdt. Gayus D. Polin, S.Th
5. Pdt. Drs. Heinrich R. Fanggidae, M.Si
6. Pdt. Yakobus Pulamau, S.Th

Calon sekretaris
1. Pdt. Bobby Daniel Nalle, S.Si, MA
2. Pdt. Jenny C. De Fretes-Lulan, S.Th
3. Pdt. Oktofianus Nenohai, S.Th, MM
4. Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th

Calon wakil sekretaris
1. Pdt. Elisa Maplani, S.Th, M.Si
2. Pdt. Guthen A. K. Selan, S.Th
3. Pdt. Jeheskial Adam. S.Th, M.Hum
4. Pdt. Marselintje Jacoba Ay-Touselak, S.Th
5. Pdt. Olivianus M. U. Kause, S.Th, M.Si
6. Pdt. Petrus Tameni, M.Th
7. Pdt. Ribekha Remiaslit M. Logo-Mozes, S.Th
8. Pdt. Tera Dollu Klaping, M.Th

Calon bendahara
1. Pnt. Albert Robert S. Abineno, SE
2. Dkn. Chahyaning I. Djamaludin Rozali
3. Pnt. Mariana Rohibire, S.Sos

Calon anggota

Bidang Politik
Pnt. Drs. Alexander Ena, M.Si
Pnt. Ir. Fary Dj. Francis, MMA
Pnt. Winston Rondo, S.Pt

Bidang Hukum
Pnt. Deddy Manafe, SH, M.Hum
Pnt. Liven Erfelis Rafael, SH.,M.Hum

Bidang Pendidikan
1. Pnt. Franky M.S. Telupere, MP, Phd
2. Pnt. Ir. Godlief F. Neonufa, MT
3. Ir. Zet Malelak, M.Si

Bidang Ekonomi
1. Pnt. Robert P. Fanggidae, SE
2. Pnt. Wehelmintje S. L. Ratuarat-sinlaeloe, S.Pt. (Laurens Leba Tukan)

Komentar