Home Humaniora 2019 Berlalu Introspeski Diri Dan Rancanglah Impian Di Tahun 2020

2019 Berlalu Introspeski Diri Dan Rancanglah Impian Di Tahun 2020

81
0
SHARE

Oleh : Erik Sanu

TAHUN 2019 segera berlalu dan tahun 2020 akan datang namun kita perlu introspeksi diri jika tidak tahun baru akan menjadi usang digerus waktu bila dibiarkan kosong tanpa karya nyata. Hari baru hanyalah pengulangan hari biasa bila tidak diisi dengan sesuatu yang bermakna” Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam memaknai setiap pergantian tahun.

Bagi sebagian orang, tahun baru biasanya merupakan moment yang tepat digunakan untuk melihat pencapain yang diperoleh pada tahun sebelumnya. Sebagian orang lagi beranggapan bahwa tahun baru adalah tahun yang mempunyai banyak peluang dan kesempatan, dengan begitu mereka membuat perencanaan dan target yang akan di lakukannya. Ada juga yang memandang tahun baru sesuatu hal yang biasa saja dan tidak perlu dianggap spesial. Namun yang penting adalah bagaimana kita bisa memaknai moment pergantian tahun ini dengan berpikir positif dan berusaha lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Perayaan menyambut datangnya tahun baru hanyalah sia-sia, jika tidak dimaknai maksud dari perayaan tersebut. Banyak orang hanya sekedar ikut-ikutan merayakan tahun baru, tanpa tujuan yang jelas kenapa ia merayakannya. Jikalau perayaan itu merupakan suatu bentuk hal positif seperti intropeksi diri, dan lain-lainnya yang berguna, tentulah mendapatkan makna yang baik untuk mengawali tahun baru. Tapi kalau perayaan itu di lakukan dalam bentuk yang merusak moral seperti mengadakan pesta miras atau lainnya yang tidak berguna, tiada makna yang didapat bahkan malah memperburuk perjalanan hidup ke depan.

Untuk mengawali tahun baru kali ini, coba kita lihat sejenak ke belakang, apa yang sudah dilakukan. Dan mari kita membuat perencanaan terhadap hidup yang diingiinkan di masa depan. Seringkali orang mengatakan masa lalu biarlah berlalu. Kalimat ini perlu ditekankan bahwa masa lalu itu tidak bisa kembali lagi ke masa sekarang. Ia hanya menjadi sebuah kenangan yang pernah dilalui, terkadang indahnya pengalaman masa lalu membuat kita ingin merasakan kembali ke masa itu, dan kadang juga pengalaman buruk membuat kita ingin selalu melupakannya.

Hidup tidak bisa hanya berfokus menatap masa lalu, karena hal itu dapat mempengaruhi kehidupan masa sekarang. Berfokus ke masa lalu sama halnya mengendara dengan melihat terus-menerus kaca spion tanpa memperdulikan jalan di depan. Akibatnya kegagalan dalam menjalani hidupun tak terelakan. Dalam memaknai tahun baru, masa lalu dapat dijadikan bahan renungan atau intropeksi diri, bukan meratapi kegagalan atau terlena dengan pencapaian yang di dapat tahun lalu. Dengan melihat catatan yang di torehkan di masa lalu, kita akan mengetahui di mana posisi kita saat ini, seberapa dekat dengan tujuan hidup yang kita buat, dan apa saja yang telah dilakukan. Ini lah yang disebut dengan muhashabah diri.

Intropeksi diri sebelum memasuki tahun baru, penting untuk di lakukan supaya dapat dijadikan pelajaran dan menjadi sebuah pengalaman ketika melangkah atau megambil sebuah keputusan.

Kegagalan dalam memaknai masa lalu membuat seseorang takut untuk mengambil peluang dan mencobanya. Sehingga hidup selalu dihantui masa lalu yang menghambat pencapaian di masa sekarang.

Sigmund Freud mengemukakan teori psikoanalisis bahwa manusia tidak akan terlepas dari masa lalunya, kejadian masa lalu akan terus membekas dalam pikiran manusia yang mempengaruhi prilaku, emosi dan sikapnya selama bertahun-tahun. Wajar jika pengalaman baik atau buruk di masa lalu akan menentukan pandangan orang terhadap masa sekarang dan yang akan datang.

Jadi, bagaimana kita memaknai masa lalu tersebut? Masa lalu merupakan peristiwa yang tidak bisa diubah, sekuat apa pun kita meminta dan memohon waktu itu tidak akan pernah kembali. Yang perlu kita perbaiki ialah mengubah cara pandang yakni dengan berfikir positif. Karena dengan berfikir positif, setiap peristiwa buruk yang tidak menyenangkan di masa lalu akan hanya menjadi sebuah kenangan dan pembelajaran untuk berhati-hati dalam melangkah.

Tentu kita semua tau apa yang dilakukan oleh Oprah Winfrey, wanita kulit hitam pembawa acara talk show yang sangat terkenal di dunia. Masa lalunya tidak diadikan sebuah beban fisik untuk membuatnya terpuruk namun terus melangkah maju dan meraih kesuksesan besar. Padahal masa lalunya suram dan bahkan pernah mengalami korban pemerkosaan, tentunya sangat sulit baginya dalam menghadapi tantangan hidup tersebut. Tapi dengan memutarbalikan setiap kegagalan dan tidak berlarut dengan kejadian traumatisnya ia mampu membuktikan bahwa masa lalu itu suatu hal yang tidak perlu di tangisi dan tapi jika mau maka kesuksesan akan kita raih.
Sekarang dan Masa Depan Apa yang dilakukan sekarang ialah gambaran di masa depan.

Dalam Ibarat sebuah perlombaan lari, untuk bisa menjadi seorang pemenang tentunya harus mau berada di garis strat. Tanpa pernah berada di garis start mustahil akan bisa memenangkan perlombaan. Sama halnya dengan perjalanan hidup yang kita jalani, apa yang ingin di capai 3 atau 5 tahun kedepan tentuntnya dimulai dari sekarang. Ketika memasuki awal tahun, hal yang paling tepat dilakukan ialah membuat perencanaan dan tujuan hidup atau biasa disebut dengan peta perjalanan hidup. Sehingga kita tidak akan buta arah dan tersesat dalam menuju impian.

Memiliki tujuan dan impian berarti merancang masa depan untuk bekerja sesuai dengan keinginan kita. Tujuan dan impian membuat kita semangat dalam melakukan pekerjaan, sehingga kita terdorong untuk melakukan hal terbaik di setiap perjalanan hidup yang ditempuh.

Sekarang ialah waktu yang tepat untuk menuliskan perencanaan, tujuan dan impian yang akan diraih pada masa depan. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan dalam merayakan tahun baru jika tidak mengetahui maknanya. Bukankah setiap tahun baru berarti sisa umur kita semakin sedikit. Jadi, gunakanlah sisa umur itu dengan melakukan hal-hal yang berguna, penuhi dengan karya, dan jangan biarkan tahun baru ini berlalu begitu saja tanpa ada perubahan diri ke arah yang lebih baik. Karena apa yang dilakukan di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

“Selamat tahun baru, gelorakan semangat baru untuk mencapai tujuan dan impian.(*)

Berikan Komentar Anda.