Home Internasional 19 Pejabat China Dihukum karena Tutupi Kasus Pembunuhan

19 Pejabat China Dihukum karena Tutupi Kasus Pembunuhan

125
0
SHARE
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istockphoto/ Coldsnowstorm)

Jakarta, terasntt.com — Sebanyak 19 pejabat China dihukum setelah kedapatan menutupi kasus pembunuhan di sebuah sekolah selama 16 tahun.

Kasus pembunuhan itu menyeret korban bernama Deng Shiping. Deng dinyatakan hilang pada 2003 lalu ketika tengah mengawasi pembangunan taman bermain di sebuah sekolah menengah di Kota Huaihua, Provinsi Hunan tengah.

Belasan pejabat termasuk sejumlah aparat kepolisian, anggota komite Partai Komunis lokal, pejabat pemerintah pusat, hingga staf sekolah diduga terlibat menutupi kasus tersebut.

Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan dua tersangka telah didakwa atas pembunuhan tersebut.

Salah satu tersangka, Du Shaoping, dikabarkan dikontrak untuk membangun taman bermain di sekolah itu. Deng ditunjuk untuk mengawasi “kualitas konstruksi” proyek tersebut. Hubungan antara Deng dan Du dikabarkan tidak baik.

Anak perempuan Deng mengaku bahwa Du sempat memberi hadiah dan uang tunai kepada sang ayah. Namun, Deng menolak hadiah itu dan menyerahkannya kepada staf akuntan sekolah.

Media lokal, Beijing News, melaporkan bahwa Du sempat mengatakan kepada para pegawai konstruksi bahwa Deng “terlalu ketat mengawasi kualitas proyek”. Ia bahkan disebut mengungkapkan secara terbuka ingin membunuh Deng.

Dilansir AFP, dokumen penyelidikan memaparkan bahwa Du dan seorang pria lain membunuh Deng pada Januari 2003 dan menguburnya di bawah taman bermain.

Sehari setelah Deng menghilang, Paman Du sekaligus kepala sekolah tersebut, Huang Bingsong, terlihat mengarahkan sebuah buldoser di lokasi taman bermain itu.

Keluarga melaporkan Deng hilang kepada polisi. Mereka bahkan mengatakan kepada aparat bahwa jasad Deng mungkin terkubur di lokasi taman bermain.

Namun, polisi menyepelekan laporan tersebut dan gagal menyelidiki kasus hilangnya Deng dengan benar.

Xinhua memaparkan Paman Du lantas membantu menyembunyikan kejahatan sang keponakan dengan “mencari bantuan petugas keamanan publik setempat dan pegawai negeri lainnya.

Xinhua menuturkan 19 pejabat itu dinyatakan bersalah karena melalaikan tugas dan melanggar aturan hukum lainnya.

Sepuluh tersangka sedang menunggu persidangan kasus pidana, termasuk enam petugas polisi dan Huang.

Sementara itu, sembilan orang lainnya telah dijatuhkan sanksi administratif termasuk pemecatan. (cnn/rds/evn)

Berikan Komentar Anda.