Home Humaniora 17 Anak Korban Kekerasan Panti Asuhan Diamankan RPTC

17 Anak Korban Kekerasan Panti Asuhan Diamankan RPTC

863
0
SHARE
Foto : Rafael L. Pura

KUPANG, Terasntt.com — Sebanyak 17 anak asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan Kabupaten Kupang yanhg diasuh Panti Asuhan Pelita Hidup mendapat perlakuan tak manusiawi. Mereka dipaksa bekerja dan dianiaya oleh pemilik hingga diamankan pihak Pemerintah Kota Kupang di Rumah Penampungan Trouma Center (RPTC), Senin (19/6/2017).

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Feliksberto Amaral saat melihat kondisi ke 17 anak yang di tampung di RPTC ini, menuturkan, kejadian awal hingga para korban ditampung di RPCT, bahwa sejak hari Selasa 13 Juni 2017 Polres Kupang Kota dan Dinas Sosial menjemput mereka dari Panti Asuhan setelah salah satu anak melompat pagar dan melaporkan kondisi mereka ke pihak kepolisian.

” Sesuai informasi yang kami dapat, bahwa ke 17 anak – anak ini mendapat penyiksaan di Panti Asuhan tersebut. Salah satu korban, Albina nekat lompat pagar untuk menyelamatkan diri. Saat panti asuhan dan warga sekitar melihat aksi nekat anak itu lalu menolongnya dan membawanya melaporkan ke Polisi,” ungkap Amaral

Ia mengaku, anak-anak yang ditampung tersebut bukan dari Kota Kupang, namun karena terpanggil dan rasa kemanusian dan juga tugas dan fungsi Dinsos maka mereka di tampung di RPCT hingga proses pemulangan nantinya.

“ Dari 17 anak ini masing – masing 7 orang dari Kabupaten Kupang dan 10 orang dari Sumba Barat Daya. Sebagai tindak lanjut, kami telah berkoordinasi dengan provinsi secara tertulis dan tembusan ke Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Menurut Amaral, terkait hal ini Dinas Sosial Kota Kupang sedang melakukan eveluasi terhadap 17 panti asuhan yang ada di Kota Kupang.

“ Sesuai rencana kami akan melakukan evaluasi terhadap 17 panti yang ada di Kota Kupang. Setiap mereka diminta memprestasikan soal keberadaan panti mereka. Karena salah satu persyarat panti adalah anak-aak tidak boleh tidur lantai, harus ada tempat tidur,” tegasnya Amaral.

Albina menuturkan, bahwa dirinya sampai melompat pagar karena tidak mampu menahan derita dalam panti tersebut.

” Saya lampot pagar sekitat pukul 21.00 wita dan warga di sekitar lokasi menolong saya dan membawa saya ke kantor polisi untuk melaporkan semua kejadian di panti itu,” kata Albina.

Ia mengaku, di dalam panti asuhan dipaksa bekerja selayaknya seorang buruh bangunan, dimana anak perempauan dipakasa mencaput fan dan anak laki – laki mengangkatnya.

” Kami di dalam panti tersebut jika terlambat melakulan apa yang diperintahkan kami di pukul atau ditampar, bahkan kami tidak diberikan waktu untuk mengerjakan tuga sekolah, sehingga saya tidak bisa tahan akan siksaan dalam panti tetsebut, sehingga saya mencoba melompat pagar agar bisa kabur,” kata Albina.

Sementara korban lain, Yohanes Berokalein asal SBD, menuturkan awal dirinya masuk ke Panti Pelita Hidup ini, karena ditawar pihak panti saat berkunjung ke Sumba, bahwa akan dikasih sekolah secara gratis dan diberikan sarana pendidikan yang lengkap sehingga dibawah ke Kupang untuk ditampung di panti tersebut.

“ Saya sampai masuk di panti Pelita Hidup, karena kami dijanjikan untuk sekolah, dan itu terpenuhi, tapi ternyata dengan memberi sekolah, kami dipaksa bekerja sebagai buruh kasar yakni angkat campur dan pekerjaan lain yang layaknya seorang buruh tukang, jika tidak maka kami dipukul,” tutur Yohanes.

Yohanes menambahkan, dirinya pernah di pukul dan bahkan ditampar dengan sandal kerena malas bekerja, bahkan waktu libur dipaksa kerja dari pagi hingga malam tanpa ada waktu istirahat.

Hal senada juga dikatakan rekannya asal Oenuntono Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, bahwa selama ditampung di panti tersebut mendapat perlakuaan yang kasar, yakni di pukul di tampar dan bahkan di paksa kerja berat jika tidak maka dipukul oleh anak pemilik pemilik panti.

“ Saya masuk di panti ini karena dijanjikan akan diberikan sekolah dan akan diberikan laptop oleh pemilik panti, namun siksaan. Yang saya dapat,” ujarnya.(raf)

Berikan Komentar Anda.